MALANG - Gado-gado merupakan makanan sederhana dengan racikan bumbu kacang khas yang sejak dulu menjadi pilihan sarapan hingga makan siang warga kota.
Di beberapa sudut Malang, ada warung gado-gado yang hingga kini masih dipadati pelanggan, seakan menjadi bukti bahwa cita rasa klasik tak pernah lekang oleh waktu.
- Gado-gado Cak Munib
Terletak strategis di kawasan Pertokoan Kayutangan Heritage, Klojen. Gado-Gado Cak Munib telah menjadi ikon kuliner lokal sejak tahun 1989.
Warung kaki lima sederhana ini terkenal sebagai destinasi sarapan favorit, terutama bagi wisatawan dan penduduk lokal yang tengah menjelajah pesona Kota Malang .
Rahasia kelezatannya terletak pada saus kacang racikan Cak Munib yang kental, gurih, dan konsisten menjaga rasa khasnya selama puluhan tahun.
Seporsi gado-gado disajikan dengan lontong, aneka sayuran rebus, telur, kentang, dan kerupuk merah khas, semuanya disiram bumbu kacang yang kaya cita rasa .
Selain rasa, harga Rp 14.000 per porsi, menjadikan kuliner ini pilihan ideal untuk sarapan mengenyangkan sebelum memulai hari.
Tak heran jika warung ini selalu dipadati pengunjung sejak pagi, bahkan sebelum mulai beroperasi pada pukul 08.00 WIB.
- Gado- gado Pak Gatot
Terletak di Jalan Dr. Sutomo, Klojen, Malang, Gado-Gado Pak Gatot telah menjadi legenda kuliner lokal sejak dulu ada sejak tahun 1976, ketika Pak Gatot masih berjualan keliling dengan pikulan di kawasan Pecinan.
Uniknya, rasa gado-gadonya tetap konsisten dari dulu hingga kini. Seporsi penuh, dengan lontong, kentang, tahu, telur rebus, taoge, selada, dan timun disiram dengan saus kacang kental yang gurih manis, menghadirkan sensasi klasik yang tak pernah berubah.
Selain kelezatan rasa, warung ini dikenal juga dengan harga yang sangat terjangkau. Patokannya sekitar Rp 15.000 per porsi
Pelanggan bahkan rela datang sejak pagi saat warung baru buka, demi menikmati sepiring gado-gado yang hangat dan mengenyangkan.
Lebih dari sekadar hidangan, gado-gado di Malang menghadirkan pengalaman kuliner yang menyatu dengan cerita sejarah, kesederhanaan, dan ketekunan para peraciknya.
Dari generasi ke generasi, sajian ini tetap hidup dan dicintai, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner kota.
Bagi siapa saja yang berkunjung, sepiring gado-gado legendaris ini adalah cara terbaik untuk merasakan kehangatan Malang yang sesungguhnya. (nae)
Editor : A. Nugroho