Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jadi Desainer, 20 Guru SMK Pamer Busana di Catwalk MCC

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 14 Juli 2023 | 21:00 WIB
Busana rancangan guru SMK yang diperagakan model dalam fashion show MCC.
Busana rancangan guru SMK yang diperagakan model dalam fashion show MCC.

MALANG KOTA – Belasan model berlenggak-lenggok di catwalk gedung Malang Creative Center (MCC), kemarin (13/7). Mereka memperagakan busana hasil karya 20 guru SMK se Indonesia. Sebelumnya, puluhan guru itu mengikuti Program Upskilling & Reskilling BBPPMPV Bispar Kemdikbudristek dan mereka terpilih.

Busana yang ditampilkan beragam. Ada busana yang menggabungkan warna hijau, merah, dan abu-abu dengan hijab. Kemudian busana hasil perpaduan biru dan merah muda yang dilengkapi aksesori newsboy cap berwarna hitam. Juga ada baju yang bernuansa bunga.

”Kami melibatkan desainer dari empat industri fashion,” ujar perwakilan dunia industri Kota Malang Agus Sunandar di sela-sela acara.

Selain brand miliknya, juga melibatkan Almira Handmade, Han's Tailor, dan YC Fashion. "Sesuai namanya, reskilling dan ups-killing, program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SMK," ujar Sam Suga, sapaan akrab Agus Sunandar itu. ”Kegiatan ini digelar oleh SMKN 3 Kota Malang,” tambahnya.

Dia mengatakan, ke-20 guru tersebut berasal dari SMK seluruh Indonesia. Mulai Malang, Madiun, Makassar, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dibagi menjadi beberapa tim, setiap tim beranggota lima orang dengan pembimbing empat desainer.

Sam Suga melanjutkan, para guru SMK menjalani program selama 11 hari. Kemarin (13/7) merupakan hari terakhir program dengan kegiatan fashion show. Sebelumnya, mereka diajari berbagai kemampuan seperti membuat desain dan memproduksi busana.

"Pada tahun kelima ini, fokusnya baju blouse atasan. Namun tetap mengeksplor nuansa fashion Indonesia," terangnya.

Dia mengatakan, program tersebut sekaligus menjadi pengabdian masyarakat. Sebab SMK kerap disebut sebagai instansi pendidikan yang menyumbang pengangguran terbesar, sehingga lewat bimbingan dari desainer bisa meningkatkan kemampuan guru.

Sementara itu, salah seorang guru SMKN 3 Kota Malang, Tyas Wulandari mengaku senang terpilih mengikuti program tersebut. Apalagi dia mewakili Kota Malang yang menjadi tempatnya mengajar.

”Kebetulan saya dibimbing desainer dari Almira Handmade. Kami mengusung tema Korean Style dengan mengadopsi nuansa busana kerajaan," bebernya.

Dalam busana buatan kelompoknya, mereka menyasar kelompok anak muda hingga usia 30-an tahun. Busana tersebut juga bisa digunakan semua kalangan, baik yang berjilbab maupun tidak, tapi tetap sopan. (mel/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#MCC #catwalk #busana