MALANG KOTA - Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke 15 Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah - Aisyiyah (LPTK PTMA).
Agenda berlangsung selama 3 hari, tanggal 14-16 September 2023 di Rayz Hotel UMM.
Sebelum dimulai Rakernas, diselenggarakan seminar internasional ProfunEdu (Progressive and Fun Education) yang diikuti oleh sekitar 250 peserta secara luring dan daring.
Wakil Ketua Panitia Rakerna LPTK PTMA ke 15 Naufal Ishartono menyebutkan terdapat 4 pembicara intenasional yang mengisi ProfunEdu ke 8 tersebut.
Di antaranya akademisi dari University of Malaya, Malaysia dan University of Miskolc, Hungary.
Tema yang diusung adalah Coping VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) Era Through Advanced Learning.
Topik itu diharapkan mampu menjadi tempat diseminasi penelitian terkait bidang pendidikan.
"Setelah itu nanti Rakernas di mulai. Kita dari LPTK itu ingin tidak hanya bersifat organisasi saja tetapi juga akademis," tuturnya.
Apa bila tidak ada halangan, pada Rakernas akan hadir juga Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dan Muhadjir Effendy.
Acara rutin setiap tahun tersebut pertama kalinya diadakan di Malang.
"Tahun lalu di Sorong, lalu Solo, lalu juga Makassar," imbuhnya.
Sejak awal diadakan, ProfunEdu memang sudah mengusung konsep internasionalisasi.
"Output dari ProfunEdu ini akan berupa artikel penelitian yang akan diajukan sebagai jurnal-jurnal," terangnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr Trisakti Handayani MM menyebutkan International seminar ProfunEdu rutin digelar setiap tahunnya untuk membangun kolaborasi baik antar institusi maupun antar dosen.
"Kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi indikator kinerja utama dan juga memenuhi kriteria-kriteria yang ada pada akreditasi mandiri," sebutnya.
Dengan mengundang pembicara internasional, ProfunEdu bisa diikuti oleh universitas lain selain yang tergabung dalam ALPTK PTMA.
Selain itu, Dr Trisakti juga menyebutkan bahwa dalam rangka memajukan LPTK PTMA di masa depan, kolaborasi dari bidang manapun sangat diperlukan.
Untuk itu dalam Rakernas akan dibahas mengenai kebijakan-kebijakan selama satu tahun ke depan.
"Salah satu hal yang paling penting adalah meningkatkan kolaborasi yang akan diwujudkan dalam MoU," lanjutnya.
Selain MoU juga dibahas mengenai kegiatan internasionalisasi seperti Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Internasional (KKN KI).
Yang berbeda, dalam rakernas nanti akan putuskan mengenai Asosiasi Program Studi di seluruh LPTK PTMA di Indonesia.
"Ini sangat dibutuhkan karena harapannya bahwa kebijakan-kebijakan terbaru terkait prodi harus ada keselarasan antara satu prodi di LPTK PTMA se-Indonesia," tambahnya.
Hingga pagi kemarin sudah ada 55 universitas anggota ALPTK PTMA yang hadir dalam seminar ProfunEdu.
"Akan terus bertambah karena besok akan ada Rakernas," tutupnya. (dur/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana