PUJON – Berbagai terobosan dan inovasi dilakukan masyarakat bersama pemerintah desa (Pemdes) Ngabab, Kecamatan Pujon. Berbagai program unggulan menjadikan salah satu desa penghasil susu ini menjadi terbaik pertama dalam penilaian lomba pelaksana gotong royong (Gotro) Kabupaten Malang. Tak heran jika Desa Ngabab akhirnya masuk lima besar nominator Gotro Tingkat Jawa Timur yang saat ini masuk tahap penilaian akhir.
Pelibatan aktif masyarakat dalam pelaksanaan program menjadi kunci penting keberhasilan Desa Ngabab dalam pelaksanaan lomba Gotro. Hal itu menjadi modal penting Pemdes Ngabab dalam melaksanakan pembangunan dengan tujuan lebih mensejahterakan warganya.
Kepala Desa Ngabab Amin Afandi mengatakan, ada lima program unggulan yang diterapkan di desanya. Mulai dari program pengembangan UMKM, membumikan budaya gotong royong, peningkatan akses layanan kesehatan warga, kemasyarakatan serta wisata edukasi pertanian dan peternakan. ”Program unggulan tersebut tidak sebatas difasilitasi pemerintah desa, namun juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,” terang Afandi.
Di bidang ekonomi, Pemerintah Desa Ngabab berkomitmen melakukan pengembangan UMKM warga lewat berbagai produk yang berasal dari potensi yang dimiliki desa tersebut. Gerakan ini ada yang dilakukan secara swadaya masyarakat, dan ada juga yang diinisiasi pemdes dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Salah satunya ditunjukkan dengan hadirnya rumah yogurt yang menjadi produk turunan susu yang banyak dihasilkan warga yang peternak sapi perah.
Selain itu, ada juga Kelompok Wanita Tani yang memproduksi minyak bawang. Selain dilakukan pendampingan dari sisi kualitas produk dan kemasan, mereka juga dibantu agar bisa memperluas pasar dengan menjual produknya di pasar online.
Di bidang kemasyarakatan, terdapat penyuluhan dan edukasi terkait restorative justice untuk warga. Sehingga saat ada permasalahan hukum yang dialami warga, tidak serta merta harus diselesaikan di pengadilan. Hal itu diwujudkan dengan hadirnya Omah Rembug Desa yang bersumber dari swadaya masyarakat. Kehadiran Omah Rembug Desa tersebut menjadikan warga lebih mengerti dan melek hukum.
Untuk bidang sosial budaya keagamaan, Pemdes Ngabab juga melakukan pembinaan organisasi kepemudaan dan pemberdayaan perempuan serta anak. Tujuannya agar para pemuda bisa lebih berdaya dan kreatif. ”Sehingga mereka juga mulai belajar serta ikut ambil bagian dalam meningkatkan ekonomi desa,” tambahnya.
Sementara di bidang kesehatan, kehadiran posyandu kesehatan jiwa telah banyak dirasakan manfaatnya oleh warga. Selain itu, juga digencarkan sosialisasi bahaya narkoba, khususnya generasi muda.
Partisipasi aktif masyarakat dalam upaya konservasi lingkungan juga ditunjukkan warga Desa Ngabab. Hal itu ditunjukkan dengan hadirnya tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Lewat program ramah lingungan tersebut, berbagai sampah dipilih hingga bisa dimanfaatakan dan memiliki nilai ekonomis.
Selain itu, masyarakat juga gencar menghadirkan wisata edukasi pertanian dan peternakan. Hal itu disajikan lewat peternakan terpadu yang dikembangkan secara aktif oleh kelompok peternak dan kelompok tani yang ada di Desa Ngabab.
Untuk menjalankan berbagai program tersebut, Afandi menyatakan lebih banyak diawali oleh adanya kesadaran masyarakat. ”Karena awalnya berasal dari masyarakat, sehingga mereka juga merasa memiliki dengan program tersebut. Sementara pemerintah desa sebatas memfasilitasi saja,” katanya. (iza/nay)
Editor : Ahmad Yani