MALANG KOTA - Pembangunan drainase baru di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) masih belum jelas.
Hingga bulan Juli, Pemkot Malang masih menunggu usulan proyek drainase tersebut disetujui Pemprov Jatim.
Kemungkinan, peningkatan drainase baru bisa dieksekusi pada 2025 mendatang.
Sebagai infomasi, usulan pembangunan drainase Soehat dikirim Pemkot Malang pada 2023 lalu.
Usulan awal, anggarannya membutuhkan sekitar Rp 150 miliar.
Setelah dilakukan revisi, perkiraan anggaran mencapai Rp 50 miliar.
Namun, anggaran itu belum pasti masuk APBD Pemprov Jatim 2025.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPURPKP) Kota Malang Yani Prasetyo menyampaikan, detail engineering design (DED) drainase Soehat sudah dikirim ke Pemprov Jatim.
Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan informasi proyek tersebut apa bisa terlaksana pada 2025.
”Karena Soehat merupakan jalur provinsi, jadi wewenangnya ada di pemprov. Semoga ada kejelasan bisa dikerjakan tahun 2025,” terangnya.
Dia menjelaskan, DED drainase itu nantinya akan berada di sisi kiri dan kanan jalan.
Sebelumnya, Pemkot Malang berencana membuat di tengah atau median jalan.
Namun anggarannya terlalu besar jika dibangun di median.
Sehingga, disepakati akan dikerjakan pada bagian samping jalan.
Panjang drainase nantinya sekitar 1,8 kilometer.
Mulai dari Bakso Damas hingga Jembatan Soehat atau air dilimpahkan ke Sungai Brantas.
Jika pembangunan itu terlaksana, Yani memastikan beberapa titik tidak akan terjadi genangan.
Seperti di patung pesawat arah Jalan Sudimoro, depan Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) dan depan Pizza Hut Soehat arah Jalan Bunga Coklat.
”Kami sebelumnya sudah membangun bozem di Tunggulwulung, cukup mengurangi genangan di sekitar Soehat. Ketika ada peningkatan drainase, masalah banjir di sana akan teratasi,” tandasnya. (adk/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana