Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PBSI Pilih Absen di Hylo Open 2024, Prioritas Strategi atau Penghematan

Aditya Novrian • Selasa, 29 Oktober 2024 | 00:00 WIB
Fajar Alfian dan Rian Ardianto, Denmark Open 2024 (Instagram pribadi Badminton ina)
Fajar Alfian dan Rian Ardianto, Denmark Open 2024 (Instagram pribadi Badminton ina)

Tak ada atlet bulu tangkis Indonesia, baik dari pelatnas maupun profesional, yang akan hadir di Hylo Open 2024, meskipun turnamen ini berpotensi memberi poin untuk peringkat BWF, terutama menuju kualifikasi BWF World Tour Finals 2024.

Baca Juga: Anthony Ginting Tersingkir di Babak 32 Besar Denmark Open 2024, Peringkat Dunia Menurun Drastis

Ketidakhadiran wakil Indonesia disinyalir akibat alasan strategis.

Pertama, jarak antara Hylo Open dan turnamen Denmark Open sebelumnya sangat berdekatan, hanya sepekan setelah Denmark Open berakhir pada 20 Oktober.

Dengan jarak waktu yang pendek dan jarak geografis antara Eropa dan Asia, para pemain harus memilih antara menunggu di Eropa, yang tentunya menguras akomodasi, atau kembali ke Indonesia, yang juga menguras tenaga.

Apalagi, turnamen Super 300 seperti Hylo Open hanya menawarkan poin yang relatif lebih rendah, yakni sekitar 7.000 poin untuk juara, dibandingkan turnamen-turnamen berlabel Super 500 ke atas yang lebih bergengsi dan bernilai lebih besar.

Di sisi lain, absennya para wakil Indonesia di Hylo Open juga menimbulkan kekhawatiran publik terkait kesempatan mereka dalam meraih poin untuk kualifikasi BWF World Tour Finals.

Tanpa menambah poin di Hylo Open, beberapa pemain andalan Indonesia, seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, hingga pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

mereka harus berjuang keras di turnamen-turnamen mendatang seperti Japan Masters Super 500 dan China Masters Super 750 untuk mengejar posisi delapan besar.

Dengan keputusan absen ini, PBSI terkesan berfokus pada turnamen yang dianggap lebih efektif untuk perolehan poin, meski langkah tersebut mengorbankan peluang akumulasi poin di Hylo Open.

Dalam jadwal yang semakin ketat dan kebutuhan akan persiapan fisik optimal, PBSI dan para atlet Indonesia kini dihadapkan pada dilema dalam membangun performa atau memilih fokus ke turnamen dengan poin yang lebih tinggi. (Salma Audrie)

Editor : Aditya Novrian
#Hylo Open #indonesia #jerman #bulu tangkis #BWF