Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Januari Deflasi, Harga Bahan Pangan di Kota Malang Tetap Tinggi

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 4 Februari 2025 | 19:40 WIB
Pedagang bawang merah di pasar Comboran menunggu pembeli kemarin. Bawang merah menjadi salah satu penyumbang deflasi di samping diskon tarif listrik sebesar Rp 50 persen. (SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG)
Pedagang bawang merah di pasar Comboran menunggu pembeli kemarin. Bawang merah menjadi salah satu penyumbang deflasi di samping diskon tarif listrik sebesar Rp 50 persen. (SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG)

MALANG KOTA – Peluang inflasi akibat kenaikan harga bahan pokok pada Januari 2025 tertahan oleh penurunan harga kebutuhan lain.

Salah satunya diskon tarif listrik sebesar 50 persen.

Sehingga, pada Januari 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,6 persen secara month-to-month.

Meskipun deflasi, mayoritas harga bahan pangan mengalami kenaikan harga.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjarifudin mengatakan, deflasi paling tinggi didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 1,14 persen.

Diskon tarif listrik menyumbang deflasi sebesar 1,2 persen.

Sisanya didorong oleh turunnya harga bawang merah, tomat, dan telur ayam ras.

“Deflasi terjadi juga secara nasional yakni sebesar 0,76 persen,” tuturnya.

Sementara itu, inflasi terjadi pada beberapa bahan pokok lain.

Mulai cabai rawit, cabai merah, wortel, hingga minyak goreng.

“Kalau bicara bahan pangan, sebenarnya harga cenderung naik,” ungkapnya.

Secara month to month, harga cabai rawit mengalami kenaikan sebesar 77,16 persen dan menyumbang inflasi sebesar 0,18 persen.

Cabai merah mengalami kenaikan harga sebesar 49,95 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen.

Sementara harga minyak goreng naik sebesar 2,59 persen dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen.

Umar menyebutkan, apabila tidak ada diskon tarif listrik, bisa dipastikan Kota Malang mengalami inflasi pada Januari.

Sementara itu, secara year on year Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,98 persen.

Pemicu utamanya kelompok makanan, minuman dan tembakau.

“Januari tahun 2024 secara month to month juga mengalami deflasi sebesar 0,23 persen,” tambahnya.

Baca Juga: Ekonom UMM Sebut Naiknya UMK Bisa Pengaruhi Harga Bahan Pokok

Meskipun terjadi deflasi, Umar berpesan agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tetap berhati-hati dan terus memantau kenaikan harga bahan pokok di pasaran, terutama menjelang Bulan Ramadhan.

Berdasar pantauan di sejumlah pasar, harga beberapa bahan pokok memang mulai mengalami kenaikan.

Seperti cabai rawit Rp 90 ribu per kilogram, minyak goreng merek Minyakita dan Rizki Rp 17 ribu per liter, sementara minyak goreng premium di atas Rp 19 ribu per liter. (dur/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#diskon tarif listrik #harga bahan pangan #Berita Terbaru #Kenaikan harga bahan pangan pokok #kenaikan harga #Harga Bahan Pokok #radar malang #diskon tarif listrik 2025 #Deflasi #inflasi