MALANG KOTA - Laju pertumbuhan ekonomi pada awal tahun masih belum sesuai harapan.
Hasil survei Bank Indonesia (BI) Malang pada bulan Januari 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen sedikit termoderasi.
Meskipun, tetap terjaga optimistis pada level di atas 100.
Dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 147,42, relatif lebih rendah dibanding indeks pada Desember 2024 yang sebesar 166,92.
Baca Juga: Hari Pertama Ngantor, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Langsung Bahas Efisiensi Belanja Daerah
Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan EKonomi (PPK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Joko Budi Santoso menyebut, kebijakan pemerintah yang melakukan efisiensi anggaran turut memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi.
Efisiensi anggaran tersebut berdampak pada penyesuaian infrastruktur.
Juga, berdampak pada akomodasi transportasi dan perhotelan.
”Pastinya ada beberapa sektor yang akhirnya terdampak,” tuturnya.
Baca Juga: Keterlambatan BMKG Beri Peringatan Gempa di Jogja, Efisiensi Dipertanyakan
Meski begitu, beberapa kebijakan pemberian bantuan sosial, subsidi dan Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan harapan untuk memperkuat daya beli masyarakat.
”Harapannya, program-program tersebut dapat men-cover penurunan sektor-sektor ekonomi yang terdampak kebijakan efisiensi,” terang Joko.
Sehingga, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tidak berbeda jauh dengan pertumbuhan 2024 dapat terealisasi.
Joko menyebut, dengan kondisi saat ini cukup sulit untuk melampaui pertumbuhan ekonomi tahun lalu.
Terlebih dengan situasi global yang penuh ketidakpastian.
”Ditambah kebijakan Donald Trump yang kurang ramah pada perdagangan internasional,” imbuhnya.
Untuk itu, kerja sama semua pihak dibutuhkan untuk menjaga optimisme dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Salah satunya dengan penurunan suku bunga acuan pada Januari lalu, menjadi 5,75 persen. (dur/by)
Editor : A. Nugroho