Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Manfaatkan 5 Aplikasi, Satu Tayangan Dikerjakan 4 Hari

Bayu Mulya Putra • Jumat, 4 April 2025 | 00:29 WIB

BUTUH IDE KREATIF: Muhammad Khoirul Anam menunjukkan proses editing video AI di ruang kerjanya di Balai Kota Malang, beberapa hari lalu (DUROTUL KARIMAH/RADAR MALANG).
BUTUH IDE KREATIF: Muhammad Khoirul Anam menunjukkan proses editing video AI di ruang kerjanya di Balai Kota Malang, beberapa hari lalu (DUROTUL KARIMAH/RADAR MALANG).

"Dialah yang membuat video singkat kepulangan seorang bapak di kaleng biskuit Khong Guan. Itu jadi satu dari sekian karya dari Staf Bagian Umum Pemkot Malang tersebut. Lebaran tahun ini ada video kelanjutannya." - DUROTUL KARIMAH

RADAR MALANG - Dalam video berdurasi 45 detik itu, sosok Wali Kota Malang pertama H I Bussemaker tampak berjalan-jalan di Balai Kota Malang.

Video tersebut diunggah di akun Instagram @bhaotsudanco, dan langsung mendapat ribuan like dan ratusan komentar.

Sejak tahun 2023 pemilik akun @bhaotsudanco Muhammad Khoirul Anam menggeluti dunia editing menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Ketertarikannya bermula saat memanasnya serangan Israel kepada Palestina 2023 lalu.

Saat itu, pria yang akrab disapa Bhaot tersebut ingin menggambarkan keadaan anak-anak di Palestina menggunakan AI. 

Baca Juga: Ramai Prompt Mengubah Gambar Menjadi Animasi Ghibli di ChatGPT, Kritik Hayao Miyazaki Tentang AI Jadi Sorotan

Beberapa poster AI pertamanya menggambarkan anak-anak Palestina di tengah suasana perang.

Gambar-gambar tersebut mendapat respons bagus dari masyarakat sampai mendapat ribuan like.

Setelah itu, pegawai honorer Pemkot Malang tersebut semakin bersemangat mendalami AI.

Hingga akhirnya dia bisa membuat video dengan berbagai cerita tematik yang rutin dia unggah di akun TikTok dan juga Instagramnya.

Menjalankan AI memang mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun.

Namun ide dan kreativitas tetap diperlukan dalam proses pembuatan karya tersebut.

Sebelumnya, pria kelahiran 1990 tersebut sudah menggeluti dunia editing video.

Skill tersebut cukup diperlukan dalam membuat konten AI.

Setidaknya dia menggunakan empat sampai lima aplikasi untuk membuat satu konten video berdurasi pendek.

Mulai dari photoshop, lalu aplikasi AI seperti Dreamina dan Meitu.

Kemudian dia menambahkan back sound dan menggabungkan scene dengan aplikasi capcut.

Di tengah kesibukannya bekerja sebagai pegawai staf ahli bidang ekonomi dan keuangan, dia butuh empat sampai lima hari untuk menyelesaikan satu video.

”Kadang menunggu proses editing itu kan lama, saya tinggal dulu mengerjakan pekerjaan lain,” kata pria kelahiran Kediri tersebut.

Baca Juga: M Hotel, Film Buatan AI Pertama Tayang Di Bioskop Maret 2025!

Yang paling penting dalam proses membuat konten AI yakni prompting atau membuat narasi perintah yang tepat agar AI dapat memahaminya.

Setiap satu konten yang dibuat paling tidak melewati lima kali revisi.

Itu bisa terjadi karena prompt yang kurang tepat.

”Makanya saya selalu buat sedetail mungkin, bahkan kadang sampai melewati batas karakter,” kata Bhaot.

Rata-rata aplikasi AI membatasi prompt sampai 800 karakter.

Ketelitian deskripsi menjadi kunci untuk mendapatkan konten AI yang dikehendaki.

Sudah tidak terhitung berapa banyak konten yang dia buat dalam dua tahun terakhir.

Ide untuk konten-konten tersebut umumnya didapatkan secara spontan saat dia beraktivitas.

”Kadang di tengah kerja ada ide langsung saya catat di note,” kata dia.

Ketika ada waktu luang, dia langsung mengeksekusinya dengan membuat desain gambar terlebih dahulu.

Konten-konten yang dia buat selalu bercerita dan memiliki episode lanjutan.

Seperti konten yang mengenalkan Wali Kota Malang pertama.

Setelah itu dia membuat konten Bupati Malang pertama.

Berlanjut ke Gubernur Jawa Timur yang pertama.

Konten-kontennya bertujuan mengenalkan sejarah dengan cara lain.

Baca Juga: DeepSeek Menggebrak Pasar AI dengan Inovasi Baru

”Jadi anakanak muda lebih tertarik,” kata ayah tiga anak tersebut.

Bhaot juga berusaha mengenalkan destinasi-destinasi wisata di Malang Raya.

Seperti konten yang pernah dia buat menceritakan wisata-wisata di beberapa kecamatan di Kabupaten Malang.

Mulai dari Kepanjen, Gondanglegi dan pantaipantai di Malang Selatan.

Dari sana, dia banyak mendapat permintaan warga Malang untuk membuatkan daerah tempat tinggal mereka versi AI.

Salah satu karya Bhaot yang viral di media sosial yakni video kepulangan bapak di kaleng biskuit Khong Guan.

Video dengan durasi 40 detik tersebut mendapatkan 100 ribu like di akun Instagram-nya.

Dia mengatakan, ide tersebut muncul tiba-tiba saat dia memandangi kaleng biskuit legendaris tersebut.

Akhirnya dia membuat video tersebut dengan beberapa proses editing dengan AI.

Mulai dari membuat poster lalu memprosesnya menjadi video.

”Mungkin banyak orang yang punya imajinasi sama seperti saya terkait siapa bapak di dalam gambar kaleng itu. Saya coba membuatnya bisa dilihat banyak orang dengan AI,” terangnya.

Pada Lebaran ini, dia sudah mempersiapkan konten lanjutan dari video kaleng Khong Guan tersebut.

”Nanti saya posting setelah Lebaran,” tambahnya Tidak ada tujuan tertentu dalam kontennya.

Baca Juga: Paul McCartney Menyuarakan Kekhawatiran Perubahan Kebijakan Hak Cipta AI bagi Seniman

Bhaot hanya ingin menghibur banyak orang.

Risikonya, dia kerap mendapat kecaman dari beberapa illustrator atau desain grafis.

”Karena mungkin mereka merasa takut tersaingi,” tuturnya.

Dia jarang menanggapi, karena kemajuan dan kemudahan teknologi tidak bisa dihindari.

Berkat kemampuannya, Bhaot beberapa kali mendapat pesanan video promosi dari berbagai brand.

Video-videonya juga banyak yang tayang di beberapa TV nasional.

Selain itu, banyak juga permintaan untuk mengajar cara mengedit AI.

”Setelah Lebaran nanti saya akan mengisi materi di MCC (Malang Creative Center),” kata dia.

Ke depan, pria yang saat ini tinggal di Kepanjen tersebut ingin mewujudkan impiannya membuat film dengan AI.

Karena membuat film sempat menjadi cita-citanya semasa kecil.

”Kalau dulu kan harus jadi sutradara dulu, sekarang pakai AI juga sudah bisa,” tambahnya. (*/by)

Editor : A. Nugroho
#video AI #Kreativitas #inspiratif #Artifical Intelligence #malang #konten viral