Wahyu Denis Kurniawan ikut berperan dalam beberapa sekuel animasi. Dia jadi bagian dari pembuatan kartun Adit, Sopo, & Jarwo serta film Nussa The Series. Terbaru, Wahyu ambil bagian dalam pembuatan film berjudul Jumbo. - NABILA AMELIA
RADAR MALANG - Sosoknya masih bocah.
Dia bertubuh gempal, memiliki rambut ikal, dan gemar menggunakan kaus berwarna biru.
Dia adalah Don, karakter dalam film berjudul Jumbo yang dibuat Visinema Pictures.
Sejak dirilis pada 31 Maret lalu, Don maupun karakter lain dalam film Jumbo sudah mencuri perhatian publik.
Ada banyak isu yang disampaikan dalam film berdurasi 1 jam 42 menit tersebut.
Mulai dari perundungan, balas dendam, rasa kehilangan, hingga trauma.
Baca Juga: Tembus Satu Juta Penonton, Jumbo Menjadi Film Animasi Terlaris Sepanjang Masa di Indonesia!
Melejitnya film Jumbo saat ini tidak lepas dari peran 420 kreator yang tersebar di seluruh Indonesia.
Salah satu konten kreator film Jumbo adalah warga Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Yakni Wahyu Denis Kurniawan.
Di film itu, dia bertugas di bagian lighting and compositing.
Sebelum menekuni industri film, Denis tidak pernah berpikir untuk menjadi kreator.
Lelaki berusia 31 tahun tersebut justru tertarik untuk menekuni dunia seni peran Dia ingin menjadi aktor setelah melihat beberapa FTV.
Salah satunya yang dibintangi almarhum Didi Petet.
”Karena di sekitar rumah kan tidak ada bioskop. Kalau mau nonton film harus pergi ke kota. Karena itu, akhirnya lebih sering nonton televisi,” kenang dia.
Di mata Denis, Didi Petet maupun aktor yang terampil dalam menampilkan sejumlah peran.
Dari sana timbul ketertarikan untuk bisa mengikuti jejak aktor legendaris tersebut.
Pada 2010, Denis iseng menjajal seleksi untuk film.
Dari seleksi tersebut, dia juga berkesempatan untuk mengikuti sekolah akting selama tiga bulan dengan beasiswa di Surabaya.
Saat mengikuti sekolah tersebut, Denis mulai mempelajari psikologis orang saat berada di kondisi tertentu hingga cara mengontrol emosi.
Baca Juga: Dari Mekkah ke Bioskop: Doa Sutradara Jumbo untuk 3 Juta Penonton Terkabul!
”Dengan mempelajari psikologis orang, saya juga belajar menghargai orang,” kata dia.
Ketertarikan Denis terhadap industri film pun bertambah.
Pada 2011, dia memutuskan untuk mendaftar di Jurusan Multimedia SMK Negeri 4 Kota Malang.
Saat itu Denis berasumsi jika di jurusan tersebut dia bisa mempelajari lebih banyak soal akting.
Namun dia keliru.
Di Jurusan Multimedia, Denis justru bersentuhan dengan instrumen film yang ada di balik layar.
Seperti teknik untuk membuat visual film.
Kendati demikian, Denis tetap melanjutkan pendidikan di Jurusan Multimedia SMKN 4 Kota Malang.
Semasa SMK, dia juga pernah magang di divisi dokumentasi milik Biro Pers, Media, dan Informasi Kementerian Sekretariat Negara.
Selama magang, dia banyak mempelajari teknikteknik fotografi.
”Sebagai contoh teknik agar tidak mengenai lensa,” imbuhnya.
Setelah lulus dari SMKN 4 Kota Malang, Denis mencoba mengajukan lamaran ke MD Animation.
Itu merupakan rumah produksi yang didirikan di Jakarta pada 2012.
Lamaran dia kirimkan karena sebelumnya pihak MD Animation pernah melakukan visiting ke SMKN 4 Kota Malang untuk mencari talenta baru.
Baca Juga: Jumbo Sentuh Hati 2,3 Juta Penonton Indonesian, Siap Go Internasional
Kendati demikian, Denis tetap harus bersaing dengan pelamar lain dari berbagai daerah.
Lamarannya masuk ke tahap selanjutnya.
Di tahap tersebut, dia menjalani serangkaian tes untuk masuk ke divisi lighting and compositing.
Yakni divisi untuk menggabungkan komponen visual dalam film seperti pencahayaan sehingga bisa menciptakan tampilan yang utuh dan realistis.
Setelah menjalani serangkaian tes, Denis akhirnya dikontrak MD Animation pada tahun 2013.
Garapan pertama MD Animation yang melibatkannya yakni kartun Adit, Sopo, & Jarwo.
Dalam kartun tersebut, Denis bersama kreator lainnya diminta menata komposisi agar tokoh-tokoh yang tampil memiliki Indonesian Look.
Lima tahun kemudian, Denis kembali diminta membantu pembuatan kartun Nussa The Series.
Kali ini oleh Visinema Studios.
Film tersebut mendapat banyak penonton.
Namun harus berhenti produksi karena pandemi.
Setelah film Nussa, Denis juga mendapat kesempatan dari Visinema Pictures untuk terlibat dalam film Jumbo sejak 2024.
Saat diluncurkan, film yang disutradarai Ryan Adriandhy tersebut juga mendapat apresiasi tinggi.
Banyak orang yang akhirnya mengirimkan direct message (DM) ke Instagram Denis untuk mengucapkan terima kasih karena sudah membuat film dengan tema edukasi anakanak.
”Bagi saya setiap capaian dari masing-masing film adalah milestone. Jadi setiap karya yang pernah saya buat memiliki kesan sendiri,” tegas anak sulung dari tiga bersaudara tersebut.
Setelah film Jumbo, Denis memiliki keinginan untuk terus belajar dalam pembuatan film.
Dia bercita-cita menembus pasar film internasional dan bergabung dengan studio animasi di luar negeri seperti Pixar.
Sambil belajar, Denis juga ingin fokus berkontribusi untuk animasi Indonesia. (*/by)
Editor : A. Nugroho