Mayoritas Ingin Bekerja ke Singapura hingga Hongkong
MALANG KOTA – Minat warga untuk bekerja ke luar negeri masih tinggi.
Selama empat bulan awal 2025, ada 64 orang yang mendaftarkan diri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).
Jumlah tersebut naik jika dibanding tahun lalu pada periode yang sama (selengkapnya baca grafis).
Puluhan warga yang mendaftar jadi TKI itu terekap di data milik Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DisnakerPMPTSP) Kota Malang.
Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda DisnakerPMPTSP Kota Malang Eka Yudha Sudrajad menjelaskan, adanya peningkatan jumlah TKI itu berlangsung sejak pandemi Covid-19 mereda.
Banyak negara-negara yang semula menutup pintu masuk, kini melakukan pembukaan.
”Bahkan untuk jumlah yang mengajukan permohonan sehari bisa empat sampai lima orang,” jelas Yudha.
Kendati demikian, tidak semua permohonan dari TKI mendapat persetujuan.
Terutama jika belum melengkapi administrasi.
Yudha melanjutkan, negara favorit tujuan pekerja migran asal Kota Malang saat ini adalah Hongkong.
Selain itu ada Taiwan, Singapura, Korea Selatan, dan Malaysia.
Yudha menambahkan, sebelum berangkat biasanya calon TKI biasanya akan mendapat sosialisasi terlebih dulu.
”Kami juga meminta mereka berhati-hati jika mendapat penawaran berkedok proses cepat dan pemberangkatan langsung.
Sebab, untuk bisa bekerja di luar negeri ada prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Di tempat lain, Koordinator Kantor Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Malang Guntar Sabhara menyampaikan imbauan yang sama.
Apalagi belakangan terakhir banyak kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terjadi di Kamboja.
Bukannya bekerja layak, mereka malah dijadikan pekerja judi online.
Tak hanya itu, ada pekerja yang ginjalnya diambil.
”Sebelum bekerja, pekerja migran wajib mencari info.
Salah satunya melalui media sosial BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia),” sebut Guntur.
Di sana biasanya disampaikan informasi terkini terkait dengan pekerja migran dan kebenaran peluang kerja di luar negeri yang beredar.
Selain itu, calon TKI harus mempelajari prosedur yang benar.
Guntur meminta CPMI tidak langsung percaya dengan peluang kerja yang beredar di media sosial tidak resmi. (mel/adn)