Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perajin Kulit di Kabupaten Malang Hasilkan 100 Dompet Per Hari

Mahmudan • Rabu, 28 Mei 2025 | 16:46 WIB
PRODUK LOKAL: Pekerja di CV Alfi Leather, Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen menjahit kulit menjadi dompet yang bagus.
PRODUK LOKAL: Pekerja di CV Alfi Leather, Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen menjahit kulit menjadi dompet yang bagus.

 

KEPANJEN - Produk kerajinan kulit di Kabupaten Malang memiliki pasar tersendiri. Meskipun harganya cukup mahal, tetapi tetap diminati. Utamanya konsumen dari kalangan menengah. Karena itu, produksi masih tinggi. Seperti CV Alfi Berkah Abadi yang memproduksi hingga 100 dompet per hari.

Wakil Direktur CV Alfi Berkah Abadi Nanda Nabila menyampaikan, sistem kerja karyawan di industri rumahan itu bersifat borongan. Sehingga setiap pekerja bisa menghasilkan jumlah yang berbeda. “Kalau ditotal, per hari bisa sekitar 100 unit dompet,” ujarnya.

Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, setiap karyawan memiliki bagiannya sendiri. Sebagai contoh, ada yang bertugas bagian menjahit, ada juga yang bagian memotong material. Sehingga antara satu dompet dan dompet lainnya memiliki kualitas yang sama.

Nanda menyebut, selain dipasarkan di rumah, produk kulit tersebut juga dijual melalui marketplace. “Kami juga memasok ke toko-toko. Pesanannya per bulan bisa lebih dari 2.000 unit,” imbuhnya.

Harganya relatif lebih mahal dibandingkan dompet dari kain. Paling murah sekitar Rp 150 ribu. Berbeda dengan tas yang ukurannya lebih besar. Harganya bisa menembus Rp 500 ribu, tergantung jenisnya. Mulai tas ransel, tas selempang, hingga multibag.

Untuk mempertahankan eksistensi tersebut, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas SDM. Untuk membuat produk dari kulit, memerlukan keahlian khusus. Sebab, kulit memiliki tekstur lebih tebal dan kaku dibanding bahan kain. Sehingga sulit dilipat, dirapikan, atau dijahit.

Lubang jarum yang terkena kulit pun bersifat permanen. Jika ada kesalahan, bekasnya akan terlihat. Berbeda dengan dompet berbahan kain yang dapat diperbaiki tanpa menimbulkan bekas yang mencolok. Kulit juga tidak memiliki sifat elastis seperti kain, sehingga sulit menyesuaikan bentuknya saat dijahit.

Pemotongan dan penjahitan harus sangat presisi untuk menghindari kesalahan ukuran atau bentuk.“Produk dari kulit ini bisa terus eksis. Biasanya, orang yang sudah memiliki tas kulit, begitu ada model baru yang keluar, akan membeli lagi,” ucap Direktur CV Alfi Berkah Abadi Andriyanto. (dan)

 

 

Editor : A. Nugroho
#malang #kerajinan #dompet kulit #Kabupaten