Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bupati Malang Sanusi Ikut Panen Perdana Kelengkeng Varietas Unggul di Desa Pondokagung

Galih R Prasetyo • Senin, 2 Juni 2025 | 16:46 WIB
BERI APRESIASI: Bupati Malang H.M Sanusi memetik buah kelengkeng varietas unggul di kebun milik Dudik Purwanto di Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, kemarin.
BERI APRESIASI: Bupati Malang H.M Sanusi memetik buah kelengkeng varietas unggul di kebun milik Dudik Purwanto di Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, kemarin.

KASEMBON - Potensi hasil perkebunan di Kabupaten Malang cukup melimpah. Salah satunya kelengkeng. Pada tahun 2024 lalu, produksi buah itu mencapai 15.511 kuintal. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Malang H M. Sanusi mengikuti panen perdana buah kelengkeng di Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon.

Panen tersebut juga dihadiri oleh jajaran kepala Perangkat Daerah (PD), camat, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kasembon.

”Kelengkeng yang ditanam di kebun seluas 1 hektare ini merupakan jenis unggulan dengan rasa manis dan kadar air yang rendah,” ujarnya kemarin (1/6).

PANEN PERDA NA: Bupati Malang H.M Sanusi bersama jajaran forkopimda Kabupaten Malang berfoto bersama di depan pohon kelengkeng varietas unggul di Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, kamarin (1/6).
PANEN PERDA NA: Bupati Malang H.M Sanusi bersama jajaran forkopimda Kabupaten Malang berfoto bersama di depan pohon kelengkeng varietas unggul di Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, kamarin (1/6).

Dalam kunjungan itu, orang nomor satu di Kabupaten Malang tersebu  langsung menikmati buah kelengkeng hasil memetik sendiri H M. Sanusi cekatan memilih kelengkeng sudah matang sempurna di pohon. Selama di sana, dia juga melakukan pengamatan terkait buah dengan varietas unggul tersebut.

Sementara itu, Pemilik Kebun Kelengkeng Dudik  Purwanto menjelaskan, kelengkeng miliknya bias panen lebih cepat disbanding kelengkeng pada umumnya. Biasanya, kelengkeng baru berbuah saat berusia sekitar 12 bulan atau satu setengah tahun.

”Kelengkeng ini dapat dipanen dalam waktu tujuh bulan sejak penanaman,” ucapnya.

Dudik berharap, kunjungan bupati dapat semakin meningkatkan penjualan kelengkeng. Menurutnya, hal itu akan bagus untuk petani buah seperti dirinya.Saat ini, dia menjual kel engkeng hasil kebunnya secara daring. Harganya Rp 50-70 ribu per kilogram.

”Mampu terjual 50-70 kilogram per hari,” kata dia.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, produksi kelengkeng di Bumi Kanjuruhan terus meningkat setiap tahunnya. Dalam dua tahun terakhir meningkat cukup signifikan. Bisa dibilang jadi salah satu jenis buah yang unggul.

Perinciannya, pada tahun 2022 lalu mencapai 9.46  kuintal. Kemudian meningkat menjadi 10.171 kuintal pada tahun 2023. Sedangkan tahun lalu mencapai 15.511 kuintal. (yun/gp)

Editor : A. Nugroho
#pd #forkopimca #bps #Bupati Malang