MALANG KOTA - Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) kembali bertambah. Lokasinya di Jalan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau langsung bangunan baru tersebut, kemarin (2/6).
Tampak depan, bangunan itu berwarna biru muda. Sedangkan lantainya berwarna hijau. Belum ada perabotan yang mengisi gedung tersebut. Adanya hanya papan tulisan yang menandakan nama-nama ruangan di SPPG Kedungkandang.
SPPG Kedungkandang itu berbeda dibandingkan SPPG Lanal Malang atau SPPG Bahrul Maghfirah. Dua SPPG sebelumnya memanfaatkan dapur yang sudah ada. Sedangkan di Kecamatan Kedungkandang, bangunannya diplot khusus untuk dapur MBG.
Project Manager Pembangunan SPPG Kedungkandang Edy Daniel Tondok menuturkan, pihaknya mengusulkan terlebih dahulu lokasi SPPG. Kemudian dilakukan penilaian oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu kriterianya harus berada dalam radius lima kilometer dari 3.000 pelajar.
Setelah masuk kriteria, BGN menyuntikkan dana Rp 1,7 miliar untuk pembangunannya.
”SPPG ini bisa menyediakan (MBG) untuk 4.800 anak. Total ada 40 sekolah yang dilayani,” tuturnya.
Saat ini, menurut Edy, masih dilakukan proses rekrutmen Kepala SPPG oleh BGN. Selain itu, rekrutmen juga dilakukan untuk tenaga memasak.
”Kalau yang memasak warga di sekitar kelurahan ini. Rekrutmen diserahkan pada kelurahan. Jumlahnya nanti 48 orang,” terang Edy.
Dia menambahkan, SPPG Kedungkandang juga akan memanfaatkan bahan baku makanan dari wilayah sekitar. Jika tidak mencukupi, baru menggunakan dari daerah lain. Pengisian perabotan dan rekrutmen tenaga memasak rampung pada 15 Juni 2025.
Selanjutnya akan ada pelatihan dari BGN dan dilakukan uji coba. Efektifnya, dapur MBG baru beroperasi 1 Juli mendatang.
”Dari estimasi kami, pengantaran paling jauh sekitar 20 menit dari titik SPPG,” paparnya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut positif hadirnya SPPG baru di Kota Malang itu. Sebab, sampai saat ini cakupan MBG belum merata. Dia menuturkan, Pemkot Malang tidak bisa berbuat banyak karena ini merupakan penunjukan langsung oleh BGN.
”Saya lihat bangunan baru ini sangat komplet. Mulai dari penyimpanan, proses memasak dan limbah dipikirkan dengan sangat baik,” ujar Wahyu.
Dengan bangunan yang komplet itu, Wahyu berharap SPPG bisa menjaga higienitas. Sehingga tidak ada kasus keracunan di Kota Malang. (adk/by)
Editor : A. Nugroho