SINGOSARI - Pembangunan fisik jembatan di Kabupaten Malang sudah dimulai sejak April lalu. Salah satunya Jembatan Wonorejo yang menghubungkan Dusun Blandit Timur, Desa Wonorejo dengan Dusun Banyol, Desa Wonosari, Kecamatan Singosari.
Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan pada Jumat lalu (27/6), beberapa pekerja mulai proses pengecoran di bawah jembatan. Ada juga pekerja yang memasang rangka jembatan. Karena dibongkar sepenuhnya, jembatan itu tidak bisa diakses untuk sementara. Sebagai alternatif, warga menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari bambu.
Jembatan itu berjarak sekitar 20 meter dari jembatan utama yang sedang diperbaiki. Lebarnya hanya sekitar 2-3 meter, sehingga hanya bisa dilalui satu motor. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyampaikan, jembatan yang dibangun merupakan penggerak perekonomian antar kawasan.
“Mudah-mudahan, jika selesai, kendaraan-kendaraan dengan tonase berat bisa masuk sana. Setidaknya, antar kendaraan (roda 4) bisa papasan,” kata dia. Dengan adanya pembangunan jembatan, diharapkan pengguna jalan lebih leluasa saat melewati jembatan tersebut.
“Harapan kami, aksesibilitas masyarakat semakin lancar. Perekonomian di sana juga meningkat,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari menjelaskan, jembatan tersebut dibangun karena umur yang sudah lama. Yakni sejak era penjajahan Belanda. Jembatan tersebut pun hanya dibangun menggunakan konstruksi rolak dengan lebar 3,80 meter dan panjang 3,60 meter. Cukup berbahaya jika ada mobil yang berpapasan, sehingga perlu pelebaran.
“Penanganannya dengan memasang box culvert in situ yang berdimensi panjang 5,30 meter dan lebar 6 meter dengan lebar efektif jalan 5,5 meter,” kata dia.
Berdasar data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, lelang penggantian jembatan itu sudah dimulai sejak 8 Februari 2025. Lelang dimenangkan oleh CV Traga Jaya dengan harga penawaran Rp 533,15 juta. “Jangka waktu pelaksanaannya 150 hari yang dimulai pada akhir April 2025,” kata Anita.
Lebih lanjut, Pelaksana Lapangan Pengerjaan Jembatan Wonorejo Sugeng menyampaikan, saat ini sedang dilakukan pengecoran dasar sungai. “Pengecoran kami mulai Kamis (26/6) lalu. Kami perkirakan hari ini (kemarin, 28/6) sudah tuntas,” kata dia.
Setelah pengecoran, akan dilanjutkan dengan pengurukan supaya jembatan dan ujung-ujung jalan dapat terhubung. Kemudian, diperlukan pemasangan plat baja untuk memperkuat struktur jembatan dan pengaspalan. Tahap terakhir, dilakukan pembangunan pembatas jembatan untuk memenuhi aspek keamanan pengendara.
(yun/dan)
Editor : A. Nugroho