Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dunia Bereaksi terhadap Ancaman Tarif Baru dari Trump

A. Nugroho • Senin, 14 Juli 2025 | 18:11 WIB

DUNIA BEREAKSI: Tarif Trump membuat Banyak Negara Bereaksi tak Ketinggalan Juga beberapa Negara Sekutu AS juga ikut menyuarakan atas Dampak Tarif Trump yang merugikan negara tersebut.
DUNIA BEREAKSI: Tarif Trump membuat Banyak Negara Bereaksi tak Ketinggalan Juga beberapa Negara Sekutu AS juga ikut menyuarakan atas Dampak Tarif Trump yang merugikan negara tersebut.

 

RADAR MALANG - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang dunia dengan rencana kebijakan tarif baru terhadap sejumlah negara, termasuk sekutu lama seperti Jepang dan Korea Selatan. Langkah ini memicu respons keras dari berbagai pemimpin dunia yang menilai kebijakan tersebut bisa mengguncang stabilitas perdagangan internasional dan memperburuk ketegangan diplomatik.

 

Jepang dan Korea Selatan langsung menyampaikan kekhawatiran mereka kepada pejabat dagang Amerika Serikat. Pemerintah Jepang menyebut bahwa tarif tambahan sebesar 25 persen tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada kepercayaan dan kerja sama jangka panjang antarnegara. Kedua negara meminta agar pemerintah AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut demi menjaga hubungan strategis yang telah terjalin selama puluhan tahun.

 

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva secara terbuka mengkritik rencana tarif 50 persen terhadap negaranya. Ia menyatakan bahwa dunia tidak butuh seorang pemimpin global yang bertindak layaknya kaisar. Menurutnya, langkah Amerika Serikat itu adalah tindakan sepihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah Brasil juga mengancam akan melakukan pembalasan tarif jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.

 

Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Afrika Selatan termasuk negara yang terkena dampak langsung dari ancaman tarif ini. Mereka menilai kebijakan tersebut berisiko besar bagi perekonomian domestik dan akan memperlemah sektor ekspor yang sedang tumbuh. Beberapa negara bahkan telah menyatakan siap membawa kasus ini ke forum internasional seperti Organisasi Perdagangan Dunia.

 

Tak sampai disitu, China melalui Kementerian Perdagangan menolak keras kebijakan tarif baru dari Amerika. Pemerintah China menilai kebijakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap prinsip perdagangan internasional dan siap mengambil tindakan balasan, baik secara ekonomi maupun hukum.

 

Negara-negara lain juga mulai bersiap seperti India, Kolombia, Sri Lanka, dan Kanada juga bereaksi. India menyatakan sedang mempertimbangkan opsi negosiasi ulang perdagangan. Sementara Kolombia dan Sri Lanka khawatir kebijakan ini bisa mengancam keberlangsungan industri ekspor mereka. Kanada bahkan menyebut langkah Amerika Serikat berpotensi melanggar kesepakatan perdagangan trilateral yang sudah disepakati di bawah NAFTA versi terbaru.

 

Tentu ini berdampak ekonomi dan reaksi pasar meskipun kebijakan tarif ini belum berlaku penuh dan masih berada dalam masa tenggat hingga 1 Agustus, berbagai negara sudah mulai mengambil langkah antisipatif. Pasar global pun merespons dengan fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian di sektor komoditas utama. Banyak ekonom memperingatkan bahwa kebijakan semacam ini dapat memicu lonjakan inflasi dan memperparah gangguan rantai pasok yang sudah terjadi sejak pandemi. (cj)

Editor : A. Nugroho
#International #ekonomi #dunia #reaksi #perdagangan #Negara #Tarif #trump