MALANG KOTA – Perumda Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang mulai menyusun langkah serius dalam memaksimalkan produksi Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Sungai Bango. Salah satunya dengan membidik konsumen besar dari sektor komersial, mulai hotel, mal, rumah sakit, hingga pelaku industri.
Sebab, jika hanya mengandalkan rumah tangga, target serapan air dari SPAM Bango dipastikan tak tercapai. Apalagi pada 2029 nanti kapasitas produksi diproyeksikan tembus 500 liter per detik. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 50 ribu pelanggan.
”Artinya, kami harus menambah sekitar 30 ribu pelanggan baru. Tidak mungkin semua dari rumah tangga. Maka kami sasar golongan usaha," ujar Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Priyo Sudibyo kemarin (6/8).
Pria yang akrab disapa Bogank itu menjelaskan, saat ini sebagian besar sektor usaha masih menggantungkan suplai air dari sumur bor. Untuk itu, diperlukan dorongan kebijakan agar mereka beralih ke air bersih produksi SPAM. Salah satunya dengan mendorong percepatan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Pembatasan Penggunaan Air Tanah.
”Ketika perda itu berlaku, pengguna air tanah komersial akan diarahkan menggunakan layanan dari PDAM. Ini bukan cuma soal serapan pelanggan, tapi juga menyangkut penyelamatan lingkungan," tegasnya.
Menurut dia, eksploitasi air tanah secara berlebihan berisiko memicu penurunan permukaan tanah dan pencemaran sumber air. Jika air tanah tercemar, dampaknya langsung terasa pada kesehatan masyarakat. Sementara air produksi Tugu Tirta sudah memiliki standar yang sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.
Saat ini, produksi SPAM Bango tahap awal sudah mencapai 200 liter per detik dan akan dialirkan ke Tandon Buring Bawah. Namun untuk distribusi jangka panjang, diperlukan strategi lebih luas agar serapan bisa maksimal.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan dukungannya terhadap percepatan perda tersebut. Ia menegaskan, pembahasan bersama DPRD saat ini sudah berjalan dan masuk agenda prioritas.
”Kalau untuk kebaikan lingkungan dan masyarakat, tentu kami dukung penuh. Ini jadi langkah awal untuk menuju kemandirian air di Kota Malang,” tandas Wahyu. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho