Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Sekolah di Kota Malang Terima Menu MBG Basi, Disdikbud Panggil SPPG

A. Nugroho • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:18 WIB
CEK LANGSUNG: Tim dari Puskesmas Dinoyo dan Dinas Kesehatan Kota Malang meninjau SPPG Bani Umar, 10 Oktober lalu.
CEK LANGSUNG: Tim dari Puskesmas Dinoyo dan Dinas Kesehatan Kota Malang meninjau SPPG Bani Umar, 10 Oktober lalu.

MALANG KOTA – Program makan bergizi gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Pada Kamis (9/10), SDN Dinoyo 2 menerima lauk ayam suwir yang sudah basi. Sebanyak 492 porsi makanan akhirnya dikembalikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bani Umar.

Makanan tiba di sekolah sekitar pukul 09.30. Secara kasat mata, nasi, sayur, dan buah terlihat normal. Namun aroma tak sedap sudah tercium ketika kotak makanan dibuka. ”Tekstur ayamnya masih bagus, tidak lengket, tapi baunya memang sudah menyengat,” kata Kepala SDN Dinoyo 2 Jumain.

Ia menduga bahan dasar sebenarnya masih baik, hanya pengolahannya yang keliru. Sejak insiden itu, pihak sekolah menambah guru untuk melakukan quality control (QC) agar kasus serupa tak terulang. 

”Kami jadi lebih waspada. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” ujarnya.

Kasus serupa juga dialami SDN Tlogomas 1. Bedanya, masalah terjadi pada buah yang sebagian sudah busuk. Guru di sekolah itu memilih tidak membagikannya ke siswa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim meminta agar setiap sekolah penerima MBG segera melapor bila menemukan makanan tak layak konsumsi. ”Kami sudah memanggil SPPG yang bersangkutan. Tidak ada alasan yang bisa diterima jika makanan sampai basi,” tegasnya.

Menurut Muflikh, tanggung jawab penuh ada pada penyedia makanan. Dinas maupun sekolah tak ingin disalahkan jika kualitas makanan buruk. ”Yang penting, siswa menerima makanan sehat dan aman. Itu harga mati,” katanya.

Sementara itu, pihak SPPG Bani Umar belum memberikan keterangan. Ketua SPPG Martinus Yossa Saputra tak merespons panggilan maupun pesan WhatsApp dari wartawan Jawa Pos Radar Malang. Upaya konfirmasi langsung ke lokasi juga tak membuahkan hasil.

 

MENU MBG BERMASALAH

Sekolah Terdampak

- SDN Dinoyo 2: Lauk ayam suwir basi, 492 porsi dikembalikan

- SDN Tlogomas 1: Buah sebagian busuk, tidak dibagikan ke siswa

 

Langkah Disdikbud

- Memanggil SPPG Bani Umar untuk klarifikasi

- Minta sekolah segera lapor jika temukan makanan tak layak

- Tegaskan penyedia makanan bertanggung jawab penuh

 

Tindakan Dinas Kesehatan

- Lakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) ke dapur SPPG

- Cek kebersihan alat, bahan baku, dan pengelolaan limbah

- Ambil sampel makanan dandikirim ke Labkesda Kota Malang

Catatan:

SPPG Bani Umar belum memberi penjelasan resmi terkait temuan makanan basi.

Sumber: Reportase Radar Malang

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif langsung melakukan inpeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) ke SPPG Bani Umar. Pihaknya memeriksa peralatan yang digunakan, kebersihan area, bahan baku makanan, pengelolaan limbah, dan relawan penjamah makanan.

”Kami juga sudah mengambil sampel makanan. Sampel makanan itu kami kirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Malang," kata Husnul. Namun, dia belum bisa menyampaikan hasil pemeriksaan lingkungan maupun sampel makanan yang diambil.

Selain IKL, Husnul menyebut bahwa sebenarnya pihak SPPG sudah mengikuti rangkaian sertifikasi untuk penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Rangkaian sertifikasi yang diikuti meliputi pelatihan relawan penjamah makanan. Pelatihan berlangsung sejak pekan lalu. (aff/mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#basi #busuk #RI #Mbg #gak guna