Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara akan Ditinggikan

Aditya Novrian • Senin, 24 November 2025 | 19:53 WIB
KONSTRUKSI BARU: Sampah bambu kerap tersangkut di fondasi Jembatan Sonokembang kemarin (23/11). Landasan jembatan akan ditinggikan untuk menghindari risiko ambrol akibat sampah.
KONSTRUKSI BARU: Sampah bambu kerap tersangkut di fondasi Jembatan Sonokembang kemarin (23/11). Landasan jembatan akan ditinggikan untuk menghindari risiko ambrol akibat sampah.

MALANG KOTA – Jembatan Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara tidak hanya dibangun ulang, tapi konstruksinya juga diubah. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana meninggikan landasan, sehingga tidak mudah ambrol akibat tergerus air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Julhardjanto menerangkan, peninggian jembatan sesuai hasil kajian. 

Sebab, sebelumnya sering ditemui banyak sampah bambu yang tersangkut konstruksi jembatan.

Kondisi tersebut berpotensi menggerus kekuatan jembatan. Belum lagi ketika air dari sungai di bawahnya meluap. ”Dengan demikian, jembatan akan kami tinggikan. Nanti tinggi jalan juga mengikuti,” ujar Dandung.

Tak hanya ketinggian jembatan. Pemkot Malang juga akan melakukan perubahan pada dimensi jembatan. Direncanakan jembatan itu akan memiliki lebar 9 meter.

”Lebar sebelumnya hanya 5,5 meter dan panjang 17 meter. Diperlebar ini untuk memfasilitasi pejalan kaki," terangnya.

Pembangunan jembatan permanen bakal dimulai awal 2026. Untuk mewujudkan hal itu, Pemkot segera melakukan lelang dini pada Desember nanti. 

"Sudah diberikan sinyal ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) bahwa anggarannya Rp 5,5 Miliar. Nanti bisa dilakukan lelang dini, sehingga awal tahun depan bisa segera dimulai pengerjaannya," jelas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Dengan percepatan pengerjaan ini, diharapkan Jembatan Sonokembang bisa digunakan kembali saat Lebaran tahun depan. Jika belum bisa digunakan, dia melanjutkan, masyarakat bisa menggunakan bailey

"Kami pinjam bailey maksimal delapan bulan. Ketika jembatan sudah selesai sebelum itu, maka bailey tidak lagi digunakan," paparnya.

Di lain pihak, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Anas Muttaqin mengatakan, dengan keterbatasan anggaran pembangunan jembatan utama tidak bisa langsung dilaksanakan pada 2025. Maka dari itu, untuk sementara waktu digunakan jembatan bailey.

Anas mengatakan, ada peluang perbaikan pada APBD 2026. Pihaknya memastikan bakal mendukung secara penuh rencana perbaikan yang disiapkan Pemkot Malang. "Kami akan mendukung dengan alokasi pada APBD 2026," tutur Anas. (adk/dan)

Editor : Aditya Novrian
#Ambrol #Pemkot Malang #sungai #jembatan