MALANG KOTA - Seorang pemuda berusia 24 tahun ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi rumah pamannya di Lowokwaru, Malang kemarin (20/12). Diduga kuat, korban mengakhiri hidup lantaran depresi terlilit utang.
Pemuda asal Kecamatan Pagak itu kesehariannya bekerja sebagai juru parkir (jukir). Diduga korban telah menggadaikan sepeda motor Honda Beat dan tidak bisa mengambil lantaran tidak mempunyai uang. Mulai muncul tekanan dari keluarga. Desakan keluarga membuat korban makin pusing.
“Kami sedang mendalami sebabnya,” ujar Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta.
Anang mengatakan korban ditemukan di kamar mandi dalam keadaan leher terlilit tali tampar. Lidahnya menjulur keluar. Kali pertama yang mengetahui adalah Wahyudi, paman korban. Dia dihubungi oleh anak dan istrinya karena korban sudah satu jam lebih di kamar mandi namun tak kunjung keluar. Keluarga semakin khawatir lantaran tampak tali tampar menggantung
Wahyudi yang berada di luar rumah itu pun bergegas pulang. Sesampai di rumah, Wahyudi melihat pintu kamar mandi terkunci. Dia lantas memutuskan menendang pintu kamar mandi dan mendapati korban sudah meninggal dunia. “Itu juga dikonfirmasi pihak rumah sakit bahwa korban meninggal karena gantung diri. Dibuktikan dengan luka melingkar yang ada di lehernya,” lanjut Anang.
Sebelumnya, banyak peristiwa bunuh diri di Kota Malang, khususnya Kecamatan Lowokwaru. Cara mengakhiri hidup para korban beragam. Ada yang lompat dari jembatan Soekarno Hatta dan gantung diri.
Menurut Anang, masalah kesehatan mental harus mendapat perhatian khusus untuk menekan angka bunuh diri. Sebab rata-rata korban bunuh diri itu dari kalangan anak muda. Usianya kisaran 18-24 tahun. Beban mental yang diderita juga bermacam-macam, seperti skripsi dan lilitan masalah ekonomi.
Terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya bakal menggelar forum bersama perguruan tinggi di Kota Malang. Forum tersebut hhusus membahas fenomena bunuh diri dan kaitannya dengan kesehatan mental anak muda. “Nanti akan kami rumuskan dengan fokus pada pencegahannya,” pungkasnya. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho