Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

25 Anak Meriahakan Peringatan Hari Tari Sedunia

Nabila Amelia • Kamis, 30 April 2026 | 13:55 WIB
ANTUSIAS: peringatan Hari Tari Sedunia di Kampung Budaya Polowijen dibuka dengan Tari Topeng Sabrang, kemarin sore.
ANTUSIAS: peringatan Hari Tari Sedunia di Kampung Budaya Polowijen dibuka dengan Tari Topeng Sabrang, kemarin sore.A

KOTA MALANG, RADAR MALANG – Setiap 29 April rutin diperingati sebagai Hari Tari Sedunia. Kemarin (29/4) peringatannya dilakukan di Kampung Budaya Polowijen (KBP). Di sana, Hari Tari Sedunia disemarakkan melalui rangkaian Tari Grebeg Jowo yang dibawakan 25 anak.

Ki Demang Isa Wahyudi, pe ngelola KBP mengungkapkan, penampilan rangkaian Tari Grebeg Jowo itu digelar secara dadakan. ”Sebetulnya saya sempat lupa. Namun, ada anak anak yang tanya karena ada momentum hari tari, apakah tidak ada kegiatan?” cerita dia Alhasil, Isa memutuskan untuk menggelar rangkaian peringatan. Kendati tanpa persiapan, animo anakanak yang ingin menari cukup tinggi. ”Dalam peringatan kali ini, kami menggelar penampilan di pawon milik KBP,” sambung dia. Itu berbeda dengan tahun lalu.

Baca Juga: Ratusan Anggota Sanggar Tari di Kota Malang Rayakan Hari Tari Internasional

Sebab, peringatan Hari Tari Sedunia 2025 digelar bersama sejumlah pihak di 3 lokasi. Yakni Hotel Savana, Be dengan, dan gedung Malang Creative Center (MCC).

Di tempat yang lebih sederhana, puluhan anak-anak tetap mengikuti peringatan dengan ceria. Diawali nyekar atau ziarah ke pusara legenda Topeng Malangan yak ni Mbah Reni, yang menurut sejarah nya wafat pada 1935.

”Kemudian mereka menari secara bergantian. Yang di tampilkan ada Tari Gunung Sari, Tari Ragil Kuning, Tari Grebeg Sabrang, Tari Patih Kembar, Tari Topeng, hingga Tari Bapang,” beber lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang tersebut. Selama penampilan, ada sejumlah pihak yang hadir. Seperti para ibuibu pegiat seni dan mahasiswa dari kampus-kampus di Malang.

Baca Juga: Sambut Hari Tari, 25 Sanggar Tari dari Malang Raya Kumpul di Bedengan

Ki Demang berharap ke depan peringatan Hari Tari Sedunia tidak hanya di gaungkan oleh pihak-pihak tertentu saja.

Namun juga bisa digelar secara massal di tingkat kota seperti yang rutin dilakukan di Solo. ”Adanya peringatan yang digelar secara massal itu juga bisa menarik wisatawan datang ke Kota Malang,” tambah Ki Demang. Karena itu, dia menilai pemkot harus ikut mengambil peran. Lebih lanjut, peringatan massal juga berpotensi mengenalkan budaya-budaya atau kesenian khas Malang. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#tari grebeg jowo #hari tari #KBP #Meriahkan