Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasar Sapi Mulai Diburu Pencari Hewan Kurban

Indah Mei Yunita • Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:39 WIB
HARI BESAR: Pedagang dan pembeli sapi untuk hewan kurban memadati area Pasar Hewan di Singosari, Kabupaten Malang kemarin.
HARI BESAR: Pedagang dan pembeli sapi untuk hewan kurban memadati area Pasar Hewan di Singosari, Kabupaten Malang kemarin.

SINGOSARI, RADAR MALANG – Idul Adha masih sebulan lagi, tapi pasar hewan mulai dipadati pedagang dan pembeli. Itu yang terjadi di Pasar Hewan Singosari, Dusun Tomporejo, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari.

Pantauan di lokasi kemarin (1/5), hampir tidak ada ruang kosong di pipa besi tempat mengikat sapi. Beberapa makelar hewan (blantik) sempat bergantian. Kebanyakan mereka menawarkan sapinya supaya bisa dipesan terlebih dahulu. Sedangkan calon pembeli masih survei harga yang sesuai kantong.

“Harga satu ekor sapi ya beragan. Tergantung jenis dan bobotnya,” ujar Edoardo, salah satu belantika sapi.

”Kalau sapi yang jenis limosin betina dengan berat 190 kilogram, sekarang ditawar Rp 22 juta,” tambahnya.

Baca Juga: Permintaan Harga Daging Sapi di Pasar Kabupaten Malang Menurun

Dibanding tahun lalu, harga sapi tahun ini memang lebih tinggi. Namun selisihnya tidak signifikan. Hanya sekitar Rp 500.000 per ekor. “Kalau semakin mendekati Idul Adha, harganya naik jadi Rp 23 juta,” imbuh pria 40 tahun itu.

Oleh karena itu, dia mengatakan, biasanya orang akan memilih dan deal dulu sebelum mendekati Idul Adha. Pengantaran sapi dapat dilakukan sesuai kesepakatan selanjutnya.

Harga tersebut berbeda dengan sapi yang lebih kecil. Misalnya yang berukuran 140 kilogram dengan jenis sapi lokal. Harganya sekitar Rp 17 juta per ekor. Namun ada juga yang harganya Rp 10 juta untuk satu ekor dengan berat yang lebih ringan.

Baca Juga: Pasar Sapi Singosari Mulai Dipenuhi Pemburu Hewan Kurban  

Sementara itu, Kasman, salah satu pengunjung pasar mengaku masih melakukan survei harga. Namun dia tidak membeli sapi untuk Idul Adha, melainkan untuk menambah ternak. “Ini masih lihat-lihat, mumpung harganya masih terjangkau. Kalau ada yang cocok, nanti saya beli,” ucapnya.

Sejak dibuka, lanjutnya, pasar langsung ramai. Dia sering melakukan survei harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, tetapi masih belum menemukan yang cocok. Meskipun setiap pasar dibuka, yakni Senin dan Jumat, selalu penuh hewan ternak, baik sapi yang dipasarkan di pasar bagian utara maupun kambing di bagian selatan.

“Kadang harganya cocok, tetapi kondisi ternaknya tidak seperti sama yang saya mau. Kadang juga sebaliknya, ternaknya sudah sesuai, tapi harganya yang tidak cocok,” pungkasnya.(yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#idul adha #ramai pembeli #Blantik #pasar sapi