Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PO Bagong Mengaspal di Trayek Malang-Tulungagung, Catat Rutenya

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 3 Februari 2023 | 17:00 WIB
TRAYEK BARU : Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur Budi Susilo (kiri) bersamas DPC Organda Malang, DPD Organda Jatim, anggota DPRD Jatim, serta Kadishub Jatim Dr Nyono ST MT (tiga dari kiri) meresmikan rute baru Terminal Hamid Rusdi, kemarin. (Rizky Eva
TRAYEK BARU : Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur Budi Susilo (kiri) bersamas DPC Organda Malang, DPD Organda Jatim, anggota DPRD Jatim, serta Kadishub Jatim Dr Nyono ST MT (tiga dari kiri) meresmikan rute baru Terminal Hamid Rusdi, kemarin. (Rizky Eva
 

MALANG KOTA – Setelah 14 tahun tak maksimal beroperasi, Terminal Hamid Rusdi di Kedungkandang, Kota Malang, 2 Februari 2023 kemarin kembali difungsikan.

Re-operating itu ditandai dengan peresmian penyesuaian rute trayek bus AKDP (antar kota dalam provinsi) Jawa Timur.

Jika semula bus-bus AKDP yang masuk Arjosari harus melalui terminal Gadang, maka sejak kemarin rute itu dihapus.

Sebagai gantinya, semua bus langsung mengambil akses Bululawang jika trayeknya Malang-Lumajang.

Begitu pula dengan armada yang memiliki trayek Malang-Tulungagung, maka tidak boleh lagi singgah di Gadang.

Penyesuaian rute trayek itu dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Dr Nyono ST MT dan jajaran.

Tampak hadir pula anggota komisi D DPRD Jatim Dra Hj Khofidah dan Drs Sugeng Pujianto.

Juga, Forkopimda Kota Malang, Kabupaten Malang, perwakilan anggota DPRD Kota Malang, DPD Organda Jatim, DPC Organda Malang, DPD SSI Jatim, serta 25 pimpinan perusahaan Otobus (PO) yang memiliki rute Malang-Lumajang serta Malang-Tulungagung.

Salah satunya adalah PT Bagong Dekaka Makmur. Perusahaan Oto Bus yang bermarkas di Kepanjen, Kabupaten Malang ini mengoperasikan delapan armada dengan rute Malang (Arjosari)-Selorejo-Kesamben-Blitar-Ngunut-Tulungagung.

“Ini adalah rute baru bagi Bagong, busnya juga baru. Sebelumnya hanya Malang-Blitar saja. Dan aturannya, dari Terminal Arjosari, semuanya harus masuk ke Hamid Rusdi dulu,” ujar Direktur PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo kepada Jawa Pos Radar Malang.
Baca Juga : PO Bagong Raih Penghargaan Taat Pajak Kendaraan.

“Untuk teman-teman yang lama, jika sebelumnya dari Arjosari lurus lewat Rampal ke Gadang, maka nanti harus belok kiri lewat Sawojajar ke Hamid Rusdi,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Budi, delapan armada yang diturunkan tersebut semuanya nonekonomi full AC. Jadi, masyarakat atau penumpang tidak perlu khawatir bakal kegerahan.

Soal tarif pun, cukup standar, bahkan sangat terjangkau. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Secara rinci, tarif Malang-Kepanjen Rp 15.000, Malang-Selorejo Rp 20.000, Malang-Kesamben Rp 25.000, dan seterusnya dengan gap Rp 5.000 di setiap wilayah.

Untuk Malang-Tulungagung sendiri jika ditotal berada di angka Rp 50.000.

“Dengan adanya rute baru ini, kami berharap angkutan umum, terutama bus, kembali bergairah. Apalagi sebelumnya sempat tidak beroperasi karena Covid-19,” bebernya

“Juga, bisa melayani masyarakat dengan baik, aman, nyaman, serta konsisten,” sambungnya.
Baca juga : Radar Kanjuruhan Komitmen Terus Menginspirasi.

Di lokasi yang sama, Kadishub Provinsi Jatim Dr Nyono ST MT mengatakan, terminal Hamid Rusdi sebenarnya sudah cukup lama. Yakni diresmikan 2009 lalu, hanya saja terasa sepi.

Karena itu, dilakukan deregulasi dan re-opening untuk menggerakkan Terminal Hamid  Rusdi agar ramai kembali.

“Caranya dengan re-routing untuk origin destination angkutan kota dalam provinsi ber-homebased di Hamid Rusdi. Jadi tidak ke Gadang lagi. Nanti OD-nya dari Hamid Rusdi menuju daerah tujuan,” terangnya.

Dengan begitu, lanjutnya, semua PO yang beroperasi menggunakan Hamid Rusdi sebagai terminal asal tujuan, tidak lagi menggunakan Gadang. “Jadi nanti, semua AKBP wajib masuk Hamid Rusdi,” tambahnya.

Untuk optimalisasi gerakan itu, lanjut Nyoto, semua izin trayek yang ditangani oleh Dishub provinsi telah disesuaikan.

Ini karena Hamid Rusdi merupakan terminal tipe B dengan pengelolaan di bawah kewenangan provinsi.

Sehingga warga yang menggunakan angkutan dari Hamid-Rusdi ke Gadang, nanti ada fidder yang harus disesuaikan oleh pemerintah Kota Malang.

Dirinya cukup yakin dengan adanya deregulasi dan re-opening ini, maka Terminal Hamid Rusdi akan menjadi ramai kembali.

Karena nanti pos Gadang yang sebelumnya masuk dalam trayek telah dihapus. “Yang melanggar akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Hal sama disampaikan anggota komisi D DPRD Provinsi Jatim. Dia meminta masyarakat mendukung penuh terobosan Dishub Jatim.

Karena rute baru itu harapannya bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat.(qq/nen)
Rute Baru PO Bagong di Terminal Hamid Rusdi


  1. Arjosari-Rampal-Sawojajar-Hamid Rusdi-Kepanjen-Selorejo-Kesamben-Blitar-Ngunut-Tulungagung.

  2. Arjosari-Rampal-Sawojajar-Hamid Rusdi-Bululawang-Turen-Dampit-Lumajang.

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bagong #radarmalang ##busbagong ##jawaposradarmalang ##terminalmalang ##busmalang