Hal itu dialami langsung oleh Malang Town Square (Matos). Per kemarin (27/2), tingkat okupansi mal tersebut sudah tembus di angka 80 persen atau hampir sama ketika 2019 lalu. Berbeda dengan tahun lalu di mana okupansi masih rata-rata 75 persen.
”Kini mungkin rata-rata bisa 28 ribu (orang) per hari ke sini, berbeda dengan dulu masih sekitar 22 ribu-an,” kata Direktur Matos Fifi Trisjanti.
Fifi menambahkan pengunjung paling banyak berasal dari mahasiswa dan pelajar. Mengingat kini dunia pendidikan sudah pulih untuk dilakukan pertemuan tatap muka. Terkait tenant yang menjadi favorit pengunjung, Fifi menyebut paling banyak berkunjung ke food and baverage (FnB) dan fashion.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya Suwanto. Dia menyebut rata-rata okupansi mal di Malang perlahan pulih seperti sebelum Covid-19. Sejumlah mal rata-rata sudah mencatatkan okupansi di atas 50 persen.
”Memang tak semua (mal), tapi perlahan setelah Covid-19 mereda sudah membuat kondisi mal hidup lagi,” jelas dia.
Suwanto optimistis ke depan okupansi mal terus terdongkrak. Dengan begitu, perekonomian kota bisa ikut terdongkrak. (mel/adn) Editor : Aditya Novrian