Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cegah Potensi Gangguan, PLN UP3 Malang Gelar Program Bestie

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 4 Oktober 2023 | 22:20 WIB
FOTO BERSAMA:Tim Manajemen PLN UP3 Malang bersama pihak eksternal berfoto setelah pelaksanaan apel di halaman Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (4/10) tadi pagi.
FOTO BERSAMA:Tim Manajemen PLN UP3 Malang bersama pihak eksternal berfoto setelah pelaksanaan apel di halaman Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (4/10) tadi pagi.

KEPANJEN - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur kembali melaksanakan pencegahan potensi gangguan layanan.

Yaitu, Borderless Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan - Tegangan Menengah (PDKB-TM) dan Pemeliharaan Rabas-Rabas (Harbas) Terintegrasi (Bestie).

Kegiatan yang saat ini sudah digelar selama 11 kali tersebut diawali dengan apel pagi kemarin (4/10) di halaman Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen.

Sebagai informasi, Bestie merupakan program pemeliharaan jaringan 20 KV yang bersifat borderless dengan kolaborasi antara tim PDKB TM dan regu Harbas Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) untuk menyelesaikan temuan potensi gangguan.

Manajer PLN UP3 Malang Albert Safaria menjelaskan, potensi gangguan tersebut bermacam-macam.

Salah satunya tiang listrik dalam kondisi miring.

"Tahun ini, Program Bestie akan dilaksanakan 16 kali. Jadi, masih ada 5 kali lagi hingga akhir tahun 2023," kata Albert.

Untuk cakupan lokasinya, Albert menyebutkan di seluruh wilayah Malang Raya.

Di antaranya PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kepanjen dan PLN ULP Gondanglegi.

"Kegiatannya ada dua, yakni pemeliharaan dan upaya preventif atau pencegahan," ujarnya.

Sebelum melaksanakan pemeliharaan, PLN akan melakukan observasi untuk menemukan potensi gangguan yang mengakibatkan aliran listrik berhenti.

"Kemudian, kami lakukan inventarisasi dan pemetaan untuk selanjutnya disusun jadwal pemeliharaan sekaligus pasca pemeliharaan," lanjutnya.

Sedangkan, upaya preventif seperti perempesan pohon yang sudah dalam kondisi tidak aman.

Dalam giat tersebut, PLN biasanya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang.

Staf Bidang Fasilitas Jalan DPUBM Kabupaten Mojokerto Eko Purwanto menjelaskan, dalam kondisi tertentu, pohon memang harus dilakukan perempesan.

"Biasanya, jika pohon yang sudah terlalu tinggi, sekitar 30-40 meter itu yang akan kami rapikan," ujarnya.

Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu fungsi instalasi listrik.

Tahun ini, DPUBM memprogramkan perempesan pohon di 8 titik.

Di antaranya di Kecamatan Kepanjen, Kalipare, dan Donomulyo.

Masing-masing titik, terdapat sekitar 48 pohon yang akan dirapikan.

SIAP AKSI:Seluruh petugas melaksanakan apel pagi di halaman Stadion Kanjuruhan, Rabu (4/10) pagi.
SIAP AKSI:Seluruh petugas melaksanakan apel pagi di halaman Stadion Kanjuruhan, Rabu (4/10) pagi.

Wakil Komandan Koramil Kepanjen (Wadanramil) Peltu Sugiono juga siap mendukung upaya PT PLN (Persero) bersama Pemkab Malang dalam mewujudkan pemeliharaan kelistrikan di Kabupaten Malang.

Salah satunya dalam pelaksanaan pengawasan.

"Kalau ada surat perintah dari pimpinan untuk turun ke lapangan, kami selalu siap," pungkasnya. (yun/jprm3/mas)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#PLN #malang