Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Aset di Jalan Pemuda Bakal Jadi Pusat Bisnis Kota Surabaya

Aditya Novrian • Kamis, 10 Oktober 2024 | 22:30 WIB
Photo
Photo

SURABAYA – Pemkot Surabaya tengah mengkaji pengembangan kawasan Balai Pemuda.

Rencana tersebut mencakup pemanfaatan dua aset pemkot di Jalan Pemuda nomor 17 dan bekas rumah seorang dokter.

Konsep yang diusulkan tidak hanya berorientasi pada ruang publik, tetapi juga pengembangan pusat bisnis.

Hal itu juga tak terlepas dari ramainya kawasan Alun-Alun Surabaya sejak diresmikan pada 2020 lalu.

Aktivitas perdagangan dan jasa di sana cukup menggeliat.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Krestian Maharhandono mengungkapkan, lahan yang cukup luas di kawasan tersebut memungkinkan untuk dikembangkan menjadi bangunan setinggi 10 hingga 15 lantai.

Di lahan itu bisa dibangun hotel, mal, kafe, atau restoran. Namun, tetap ada ruang bagi usaha kecil dan menengah (UKM) serta area publik yang nyaman.

’’Pengembangan ini mengikuti arahan dari wali kota terdahulu. Dan yang pasti, harus memberikan ruang publik bagi masyarakat,’’ kata Iman kemarin (9/10).

Salah satu inovasi menarik dalam proyek itu adalah rencana interkoneksi bawah tanah.

Area basemen akan terhubung dengan terowongan jalur pedestrian yang mengarah ke Alun-Alun Surabaya.

Rencana tersebut mirip dengan konsep terowongan bawah tanah di Jakarta dan Singapura. Contoh pertama dari konsep serupa adalah terowongan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)-Kebun Binatang Surabaya (KBS).

’’Pembangunan tidak hanya vertikal, tapi juga memaksimalkan ruang bawah tanah,’’ jelasnya.

Saat ini, pemkot masih berkomunikasi dengan beberapa investor terkait pemanfaatan kawasan tersebut.

Keputusan akhir akan dipertimbangkan berdasar potensi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dan dampak positif bagi masyarakat.

Namun, proses itu masih menunggu hasil pemaparan dan kajian dari investor, yang diperkirakan baru keluar setelah pilkada.

’’Kami masih menunggu. Investor masih bersikap wait and see karena mendekati pilkada,’’ tambahnya.

Selain menggandeng pihak swasta, ada kemungkinan proyek tersebut dikelola badan usaha milik daerah (BUMD).

Keputusan akhir terkait hal itu menunggu arahan dari wali kota terpilih.

Mengenai kapan proyek tersebut dimulai, Iman belum bisa memastikan meski desain proyek sudah tersedia.

’’Desainnya sudah ada, tapi kami belum bisa memaparkannya secara detail,’’ lanjutnya. (dho/c7/ai/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Surabaya #jalan Pemuda #Aset #pusat bisnis