Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Ajak 50 Pelaku UMKM Perempuan untuk Daur Ulang Kain Perca

Aditya Novrian • Selasa, 27 Mei 2025 | 18:03 WIB
TELITI: Sebanyak 50 perempuan pelaku UMKM menjalani workshop recycle limbah kain di MCC kemarin.
TELITI: Sebanyak 50 perempuan pelaku UMKM menjalani workshop recycle limbah kain di MCC kemarin.

 

MALANG KOTA – Limbah tidak semuanya harus berakhir menjadi sampah. Namun bisa menjadi potensi yang menghasilkan barang bernilai jual. Itulah semangat yang dibawa Pemkot Malang saat menggandeng 50 pelaku UMKM perempuan dalam workshop recycle limbah kain.

Kemarin, mereka belajar menyulap potongan kain sisa menjadi tas kece dan topi bernilai jual tinggi. Kepala Bidang Industri Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Dian Likos Amelia menjelaskan, secara teknis, workshop itu bertujuan untuk memberi edukasi mengenai cara memanfaatkan limbah menjadi produk fashion.

”Untuk materialnya, kami mengolah kain sisa konveksi hingga gorden,” kata dia. Kemudian kain-kain tersebut diolah menjadi tas ransel, totebag, hingga topi. Untuk proses pengolahan limbah, para peserta diberi waktu selama tiga hari.

Hari pertama, mereka mendapat wawasan mengenai recycle dari Endahing Noor Suryati yang merupakan founder Komunitas Pelangi Nusantara. Pada hari kedua, peserta diajak membuat pattern produk dan menjahit. Kemudian hari terakhir, mereka akan mendapat wawasan mengenai branding produk.

Dian berharap, agar ke depan ada workshop yang berkelanjutan. Hal tersebut sesuai yang disampaikan Ketua Dekranasda Kota Malang Hanik Andriani Wahyu Hidayat. ”Tadi ibu ketua (Dekranasda) berpesan agar workshopnya disempurnakan secara teknis. Lalu untuk produk-produk hasil setiap workshop, dikurasi yang siap diikutkan pameran,” sambung pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.

Sementara itu, narasumber workshop Endahing menjelaskan kalau para peserta yang ikut merupakan UMKM tingkat lanjut. Artinya sudah memiliki usaha pada sektor kriya dan fashion. Dari limbah yang diolah, ditambah dengan perca, dan dipadukan pewarna tertentu, nantinya bisa memiliki nilai jual.

”Untuk satu produk nilainya bisa mencapai Rp 250 ribu. Karena memiliki handmade yang rumit,” tegasnya. (adn)

Editor : A. Nugroho
#UMKM #Kota Malang #Diskopindag #Pemkot