Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Emas Antam Stabil, Buyback Naik Rp 13 Ribu per Gram

A. Nugroho • Selasa, 5 Agustus 2025 | 20:57 WIB

 

Harga emas Antam bertahan, tapi nilai buyback melonjak. Peluang cuan bagi yang mau jual emas hari ini!
Harga emas Antam bertahan, tapi nilai buyback melonjak. Peluang cuan bagi yang mau jual emas hari ini!

JAKARTA – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat stabil pada perdagangan Selasa, 5 Agustus 2025. Namun, harga jual kembali (buyback) justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Menurut data dari laman resmi logammulia.com, harga emas Antam tetap berada di angka Rp 1.959.000 per gram, tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan justru terjadi pada harga buyback yang naik Rp 13.000 menjadi Rp 1.805.000 per gram.

Kenaikan harga buyback ini menandakan peningkatan minat pasar untuk menjual kembali emas ke pihak Antam. Buyback merupakan harga yang diberikan Antam jika konsumen ingin menjual kembali emas batangan miliknya.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut rincian harga emas batangan Antam di Butik Emas Gedung Antam Jakarta per Selasa (5/8):

Antam memberlakukan pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% untuk setiap transaksi buyback senilai di atas Rp 10 juta. Pajak tersebut dipotong langsung saat proses transaksi.

Harga Emas Dunia Naik Imbas Sinyal The Fed

Sementara itu, harga emas dunia juga menunjukkan tren penguatan. Pada perdagangan Senin (4/8), harga emas spot naik 0,2% menjadi USD 3.371,85 per ons troi. Sedangkan emas berjangka AS naik 0,8% menjadi USD 3.427,1 per ons troi.

Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dalam waktu dekat. Peluang penurunan suku bunga pada September diperkirakan mencapai 85%, berdasarkan perangkat CME FedWatch.

Analis senior RJO Futures, Daniel Pavilonis menyebutkan bahwa peluang pemangkasan suku bunga, ditambah tekanan inflasi yang masih berlangsung, menjadi sinyal positif bagi logam mulia. “Kondisi ini cukup bullish untuk emas,” katanya dikutip dari CNBC.

Faktor Geopolitik dan Kebijakan Perdagangan

Selain pengaruh The Fed, harga emas global juga dipengaruhi oleh ketegangan perdagangan. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menetapkan tarif impor baru yang besar, yang tetap diberlakukan untuk negara-negara seperti Kanada, Brasil, India, Taiwan, dan Swiss.

Tarif tersebut antara lain: 35% untuk Kanada, 50% untuk Brasil, 25% untuk India, 20% untuk Taiwan, dan 39% untuk Swiss. Kebijakan ini turut memicu kekhawatiran global dan menambah minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. (id)

Editor : A. Nugroho
#Emas #Stabil #Buyback