MALANG KOTA – Harga beras belum juga turun. hingga kemarin (23/10). Harga di sejumlah toko masih melampaui harga eceran tertinggi (HET). Temuan itu terungkap dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satgas Pengendalian Harga Beras Tahun 2025 di beberapa titik penjualan.
Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto mengatakan, pengecekan dilakukan serentak di 514 daerah di Indonesia. Di Kota Malang, sidak dilakukan di Pasar Terpadu Dinoyo dan satu toko ritel modern di Malang Town Square (Matos). Hasilnya, harga beras di beberapa titik masih di atas HET dengan selisih Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilogram.
Padahal, HET untuk beras medium ditetapkan Rp 13.500 per kilogram sedangkan beras premium Rp 14.500. ”Harga itu sudah menjadi kesepakatan nasional dengan pelaku usaha,” tegas Andriko.
Selain harga, tim juga menyoroti mutu beras di lapangan. Ditemukan beberapa produk dengan kualitas medium namun dikemas dan dijual sebagai beras premium. ”Kami ambil sampel untuk diuji di laboratorium karena ada indikasi beras pecah dan kadar air tidak sesuai,” tambahnya.
Bapanas berharap hasil sidak ini bisa menjadi langkah awal menekan harga beras agar kembali stabil di pasaran. Satgas juga akan terus memantau distribusi dan memastikan tidak ada penimbunan oleh pelaku usaha.
Salah satu pedagang di Pasar Dinoyo Indra Setia mengaku memang sempat diperiksa tim satgas. Menurutnya, harga beras premium di tokonya kini Rp 16.500 per kilogram, sementara beras medium Rp 15.000.
”Beras SPHP 5 kilogram saya jual Rp 60 ribu, sedangkan merek lain seperti Lahap, Bulir Mas, dan Anak Tani antara Rp 79 ribu sampai Rp 80 ribu,” ujarnya.
Indra menyebut kenaikan harga sudah berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan terakhir. Namun, ia mendapat informasi bahwa harga beras mulai turun per kemarin. ”Stok lama saya habiskan dulu, kemungkinan hari ini mulai ganti dengan harga baru,” kata pedagang yang sudah lima tahun berjualan itu. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho