MALANG KOTA – Kredit kendaraan bermotor di Malang Raya terus menunjukkan kenaikan. Hingga Agustus 2025, penyaluran kredit sektor ini mencapai Rp 479,8 miliar. Meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Angka itu menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan kredit perbankan yang secara keseluruhan naik 9,53 persen secara tahunan.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan menyebut pembiayaan kendaraan bermotor menjadi indikator penting dalam menggambarkan daya beli masyarakat. ”Kendaraan bermotor termasuk durable goods, jadi kenaikan kreditnya menandakan konsumsi rumah tangga mulai pulih,” ujarnya, kemarin (29/10).
Farid menjelaskan, peningkatan kredit kendaraan terutama terlihat pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Aktivitas ekonomi yang terkait dengan pembiayaan ini tak hanya mencakup penjualan mobil dan motor, tetapi juga jasa servis, suku cadang, hingga pembiayaan lewat leasing dan bank. ”Trennya naik sejak Juli, seiring meredanya isu penurunan daya beli,” tambahnya.
Peningkatan tersebut turut dirasakan pelaku usaha otomotif di lapangan. Sales Manager Honda Mandala Sena Daniel Davis mengaku, penjualan mobil lewat sistem kredit kembali bergairah dalam dua bulan terakhir. ”Sekarang porsi pembelian kredit sudah 60 persen, naik dari 50 persen di awal tahun,” ungkapnya.
Daniel menuturkan, pada awal tahun perbankan dan lembaga pembiayaan sempat memperketat penyaluran kredit karena tekanan ekonomi global. Dampaknya, banyak calon pembeli yang gagal lolos verifikasi. ”Tingkat approval waktu itu rendah, sehingga penjualan ikut menurun,” ujarnya.
Namun, sejak pertengahan tahun, lembaga pembiayaan mulai melonggarkan persyaratan kredit. Bank dan leasing kembali aktif menawarkan program bunga ringan dan tenor panjang. ”Dari sisi konsumen, kepercayaan terhadap ekonomi juga meningkat. Mereka sudah berani mengambil cicilan lagi,” jelas Daniel. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho