MALANG RAYA – Memasuki awal tahun 2026, kesadaran mahasiswa akan pentingnya memiliki pengetahuan keuangan yang baik meningkat. Banyak mahasiswa mulai mencari cara agar uang saku mereka tidak hanya dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif di tengah tren kenaikan harga aset global.
Transformasi digital telah memungkinkan mahasiswa untuk membangun aset masa depan hanya dengan menyisihkan uang jajan mulai dari Rp10.000 saja. Hal ini sangat berarti untuk memulai investasi di usia muda tidak lagi membutuhkan modal besar hingga jutaan rupiah.
Berikut adalah tiga rekomendasi instrument investasi yang dikenal aman dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan tentunya ramah di kantong mahasiswa:
- Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
Sifatnya yang likuid dan mudah dicairkan, instrument ini ideal untuk para pemula. Mahasiwa dapat memulainya dengan aplikasi seperti Bibit atau Bareksa dengan harga mulai dari Rp10.000. Caranya cukup dengan mengunduh aplikasi, verfikasi KTP, dan memilih produk Reksa Dana Pasar Uang yang stabil.
- Emas Digital
Emas tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai uang dari inflasi dalam jangka panjang. Mahasiwa dapat membeli emas digital muali dari Rp5.000 melalui aplikasi Pegadaian Digital atau fitru emas di e-commerce. Anda cukup melakukan pembelian saldo emas yang nantinya bisa dicetak menjadi emas fisik jika saldo sudah mencapai berat tertentu.
- Surat Berharga Negara (SBN) Ritel
Surat Berharga Negara (SBN) merupakan pilihan investasi paling aman karena dijamin penuh oleh negara. Produk seperti Sukuk Tabungan atau ORI biasanya ditawarkan dengan modal minimal Rp1 juta pada masa penawaran tertentu. Setiap bulan uang hasil investasi langsung ditransfer ke rekening pribadi sebagai uang saku.
Kunci utama dalam berinvestasi di usia muda adalah konsistensi, bukan besarnya nominal yang disetorkan. Mahasiswa dapat memanfaatkan kekuatan bunga majemuk untuk menjadi lebih mandiri secara finansial sebelum mulai bekerja.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian