KEPANJEN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mulai mengintensifkan sosialisasi menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya partisipasi masyarakat hingga potensi penolakan terhadap petugas di lapangan.
Sensus ekonomi dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Dalam periode tersebut, petugas akan mendata pelaku usaha di berbagai sektor, mulai skala mikro hingga perusahaan besar.
Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Setyoharini mengatakan, sosialisasi difokuskan pada pengenalan jadwal dan mekanisme sensus kepada pelaku usaha maupun masyarakat umum. Hal itu penting agar proses pendataan tidak menemui hambatan.
“Pengenalan dilakukan supaya masyarakat memahami dan bersedia menerima petugas sensus serta memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan masih ada potensi penolakan atau ketidaksiapan masyarakat saat didatangi petugas. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai krusial untuk memastikan proses berjalan lancar.
BPS mendorong dukungan dari pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah, seperti RT dan PKK, untuk membantu menyampaikan informasi secara berjenjang. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahpahaman di masyarakat.
Erny menegaskan, kualitas data sangat bergantung pada tingkat partisipasi. Jika data yang dihimpun tidak lengkap, maka berpotensi memengaruhi akurasi perencanaan pembangunan ekonomi daerah.
“Tanpa data yang lengkap, kebijakan ekonomi tidak akan optimal,” tegasnya.
Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016, terdapat sekitar 261 ribu usaha di Kabupaten Malang. Mayoritas didominasi usaha mikro dan kecil yang menjadi penopang utama ekonomi daerah. Sektor perdagangan besar dan eceran juga tercatat sebagai aktivitas usaha paling dominan saat itu.
Perubahan dinamika ekonomi dalam satu dekade terakhir dinilai cukup signifikan. Karena itu, sensus ekonomi terbaru diharapkan mampu memotret perkembangan tersebut secara lebih aktual.
“Dalam sepuluh tahun, perkembangan ekonomi sangat cepat. Sensus ini penting untuk mengetahui perubahan yang terjadi,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian