KEPANJEN, RADAR MALANG – Produksi perikanan Kabupaten Malang terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Tahun 2025, total produksi mencapai 41.806,47 ton, terdiri dari perikanan tangkap 28.542,17 ton dan perikanan budi daya 13.264,30 ton.
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengatakan, nilai ekonomi dari produksi tersebut mencapai Rp 938 miliar.
“Nilai ekonomi dari produksi perikanan setara dengan Rp 938 miliar,” ujar politisi PKB itu dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Budidaya Ikan dan Udang Ditarget 13,7 Ribu Ton
Lathifah menambahkan, peningkatan produksi perikanan terus menjadi prioritas. Salah satunya melalui modernisasi kampung nelayan di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, yang termasuk program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kapal nelayan di desa itu juga meningkat pesat, dari sebelumnya 30 unit menjadi 320 unit.
”Selain itu, pengembangan usaha garam rakyat sistem tunnel di Malang selatan juga terus didorong,” tambahnya.
Lonjakan terbesar terjadi pada perikanan tangkap jenis ikan layur. Pada 2024, produksinya 1.500 ton, sedangkan pada 2025 melampaui 5.000 ton. Tahun ini, produksi ikan layur diharapkan meningkat lebih tinggi lagi. Letak persebarannya di tengah laut dianggap menguntungkan karena ombak lebih tenang dibanding dekat pantai. Nelayan juga dibekali teknologi modern, seperti fish finder dengan GPS dan HT untuk komunikasi antar nelayan.
Baca Juga: Sendangbiru Kabupaten Malang Alami Musim Paceklik Ikan Besar
Selain itu, titik pendaratan ikan tersebar di berbagai lokasi. Tidak hanya Sendangbiru dan Tambakrejo, terdapat 12 titik pendaratan lain yang dimanfaatkan untuk mendongkrak produksi, antara lain Pantai Licin, Pujiharjo, Wedi Awu, Lenggoksono, Sidoasri, Tamban, Ungapan, Kondang Merak, Banjarejo, Ngliyep, dan Nglurung.
Lathifah memastikan pasokan ikan yang tinggi masih bisa terserap pasar. Semua ikan hasil tangkapan nelayan tetap laku, baik dijual langsung ke pedagang besar maupun konsumen. Ikan dengan kualitas rendah diolah menjadi pindang, tepungan, nugget, atau bakso ikan, sehingga tidak menimbulkan limbah berlebih.
Dengan potensi produksi yang terus meningkat dan dukungan program modernisasi, sektor perikanan Kabupaten Malang diyakini tetap menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir. (yun/adn)
Editor : Aditya Novrian