BRI Salurkan KPR Subsidi Rp 17,13 Triliun hingga Maret 2026, Jangkau 125 Ribu Debitur

Aditya Novrian • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 13:49 WIB
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun hingga Maret 2026, Jangkau 125 Ribu Debitur
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun hingga Maret 2026, Jangkau 125 Ribu Debitur. (Dokumen Antara/Antara Foto.)

JAKARTA, RADAR MALANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat dukungan terhadap program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPR subsidi). Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp17,13 triliun kepada lebih dari 125 ribu debitur.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menyampaikan bahwa penyaluran KPR subsidi menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Penyaluran KPR subsidi mencerminkan komitmen BRI dalam memperluas akses perumahan bagi masyarakat. Pembiayaan ini juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” ujarnya.

Menurut dia, program ini tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Pembangunan kawasan perumahan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tenaga kerja, hingga logistik.

Selain itu, keberadaan kawasan hunian baru juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitarnya.

Aris menambahkan, jaringan BRI yang luas menjadi kekuatan utama dalam memperluas jangkauan pembiayaan perumahan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

“Didukung jaringan yang luas dan terintegrasi, BRI akan terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan perumahan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Upaya ini diarahkan untuk memastikan akses yang lebih merata di berbagai wilayah,” imbuhnya.

Penyaluran KPR subsidi ini juga menjadi bagian dari sinergi BRI dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam penyediaan hunian terjangkau secara inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Aditya Novrian
BBRI BRI