JAKARTA, RADAR MALANG – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan imbauan bagi masyarakat yang saat ini memegang mata uang dolar Amerika Serikat (AS) untuk segera menjualnya.
Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di APBN KiTA, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5). Purbaya mengungkapkan, pemerintah telah menerbitkan global bond atau surat utang berdenominasi dolar AS dengan target sebesar USD 2 miliar hingga USD 3 miliar.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.672 per Dolar AS, Ini Daftar Barang yang Terancam Naik Harganya
Penerbitan surat utang ini dilakukan untuk menambah pasokan dolar AS di pasar domestik serta meredam penguatan dolar AS.
"Yang global 2 sampai 3 miliar dolar. Itu tambahan supply dolar di pasar dalam negeri," jelas Purbaya.
Selain itu, Purbaya menyebutkan, pasar obligasi dalam negeri berhasil mencatat aliran dana sekitar Rp1,3 triliun sepanjang periode merosotnya nilai tukar rupiah terhadap AS.
Baca Juga: Rupiah Kian Melemah, Pakar Ekonomi Prediksi Bisa Menyentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
"Rupiah gonjang ganjing pemerintah melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi kami sudah masuk Jumat, Senin, Selasa hari ini Rp1,3 triliun masuk," tuturnya.
Masuknya dana tersebut dinilai dapat memicu penurunan yield (imbal hasil) obligasi di pasar sekunder, sekaligus sinyal positif kembalinya minat investor pada instrumen lokal. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat menopang penguatan rupiah.
Oleh karena itu, Purbaya menilai mempertahankan kepemilikan dolar AS sudah tidak lagi menguntungkan dan meminta masyarakat pemegang dolar AS untuk segera menjualnya.
Baca Juga: Prabowo Saat Rupiah Loyo: Rakyat Desa Enggak Pakai Dolar, tapi Begini Kenyataannya
"Jadi kalau Anda pegang dolar sekarang, ya jual saja. Nanti enggak untung loh," ujar Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan pemerintah telah mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF). Dana BSF tersebut digunakan untuk membeli surat utang yang dilepas asing.
Langkah pemerintah dan investor asing yang perlahan mulai menyuntikkan kembali modalnya ke pasar obligasi ini ditargetkan dapat menciptakan persepsi pasar yang baik dan memelihara stabilitas pasar keuangan dalam beberapa minggu mendatang.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pasang Badan Klarifikasi Pidato Prabowo soal "Orang Desa Tak Pakai Dolar"
Adapun anggaran sebesar Rp2 triliun dialokasikan untuk menjalankan skema tersebut. "Saya minta masuk Rp2 triliun setiap hari," ungkapnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/5).
Purbaya menerangkan bahwa sumber dana itu berasal dari pengelolaan kas pemerintah sehingga dianggap tidak akan memengaruhi kondisi keuangan negara.
Editor : Aditya Novrian