MALANG KOTA-RADAR MALANG - Sudah hampir tiga bulan penjual daging di Pasar Besar bergelut dengan kenaikan harga. Satu kilogram daging sapi yang biasa dijual Rp 125 ribu, sudah naik hingga Rp 150 ribu. Itu berdampak ke transaksi penjualan yang ikut menurun.
”Mulai dua hari ini, kebanyakan pembeli paling hanya pesan sumsum atau tulang saja,” ujar salah satu penjual daging di Pasar Besar Karimah. Dibanding tahun lalu, pada Mei 2026 ini memang lebih sepi pembeli. Namun penurunan transaksi itu sudah dirasakannya sejak awal tahun ini.
Menurutnya, kondisi penjualan juga dipengaruhi kunjungan ke Pasar Besar yang menurun. Dia merasa sejak peristiwa kebakaran di Malang Plaza pada 2023 lalu, perlahan makin hari pengunjung di Pasar Besar ikut merosot. Biasanya banyak masyarakat mampir ke Pasar Besar setelah memburu diskon di Malang Plaza.
Penurunan transaksi penjualan juga dirasakan Jauhari. Penjual daging di Pasar Besar itu biasanya menjual sumsum sampai puluhan setiap hari. Namun dalam sehari kemarin, baru sekitar delapan sumsum yang laku.
”Padahal biasanya banyak yang cari untuk kuah bakso atau kuah rawon,” ujar Jauhari. Dia juga menjual tulang sumsum hanya Rp 10 ribu saja per biji. Dia melihat memang daya beli masyarakat makin rendah sehingga transaksi di pasar ikut turun drastis.
Namun untuk kenaikan harga daging, Jauhari memprediksi pada hari raya kali ini tak akan terjadi. Sebab harganya sudah tinggi sejak dua bulan lalu. Apabila dinaikkan lagi, dapat dipastikan penjualan makin menurun.
Kendati demikian, Jauhari tetap mengikuti ketentuan harga pasar. Apabila harga dari jagal memang tinggi, dirinya terpaksa harus meningkatkan. ”Saat Idul Adha nanti permintaan pasar sedikit menurun, semoga setelah itu tidak ada kenaikan lagi,” pungkasnya. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo