RADAR MALANG - Terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu dan menyabet gelar gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3.776 meter.
Gunung Fuji sebenarnya merupakan gunung aktif, tetapi terakhir kali erupsi 300 tahun lalu.
Terletak di pulau Honsu, tepatnya di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, sebelah barat Tokyo.
Baca Juga: Takjub dengan Keindahan Bromo
Karena keindahannya, gunung ini turut menjadi salah satu ikon budaya Jepang.
Telah terdaftar di UNESCO sebagai situs warisan dunia.
Para pendaki dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong datang ke Jepang untuk dapat mencapai puncak gunung tersebut.
Zaman dulu, gunung yang menjulang tinggi ini hanya boleh didaki oleh laki-laki.
Namun, sekarang siapapun berhak mencapai puncaknya.
Musim pendakian biasanya dimulai dari awal bulan Juli sampai pertengahan September.
Gunung Fuji benar-benar elok layaknya lukisan, hingga dapat memikat hati para pengunjungnya.
Setiap tahun puncaknya akan diselimuti salju, bahkan dari kejauhan saja sudah terlihat tudung gunung berwarna putih.
Namun baru terjadi lagi pada tahun ini setelah 130 tahun lamanya, lapisan salju tak kunjung menutupi puncak.
Seperti ada yang kurang, para pengunjung berfoto dengan gunung yang menjadi ikon Jepang tanpa lapisan salju di puncaknya.
Padahal, tahun kemarin di awal bulan Oktober salju sudah mulai terlihat.
Jepang memang sedang dilanda musim panas yang ekstrem hingga mencapai rekor tertinggi pada tahun ini, dengan suhu rata-rata mencapai 1,76 derat celsius.
Cuaca yang kian hangat membuat hujan salju tidak kunjung turun, sampai membuat khawatir masyarakat Jepang. (Najwa Azelia Putri Nasution)
Editor : Aditya Novrian