RADAR MALANG - Dalam sebuah langkah yang mengejutkan dan penuh penghormatan, Badan Pos Nasional Ukraina, Ukrposhta, meluncurkan prangko edisi khusus yang menampilkan gambar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Peluncuran prangko ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan simbol persahabatan antara Indonesia dan Ukraina.
Prangko edisi terbatas ini diluncurkan oleh Ukrposhta atas inisiatif dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) The Ukrainian Initiative, yang dipimpin oleh Yurii Kosenko, seorang Indonesianis.
Kosenko menyatakan bahwa pencetakan prangko ini merupakan wujud penghormatan terhadap pemimpin baru Indonesia dan simbol persahabatan antara kedua negara.
"Kami ingin menunjukkan dukungan kami terhadap Presiden Prabowo dan memperkuat hubungan diplomatik antara Ukraina dan Indonesia," ujar Kosenko.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Ukraina, Arief Basalamah, menerima prangko tersebut secara langsung di kantor Ukrposhta yang terletak di Kota Nizhyn pada Oktober lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Arief menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Ukrposhta dan The Ukrainian Initiative atas upaya ini.
"Ini adalah simbol penting dari dukungan Ukraina terhadap kepemimpinan Indonesia, sekaligus langkah kecil yang mencerminkan hubungan diplomatik yang semakin erat antara kedua negara," kata Arief.
Prangko ini menampilkan gambar Presiden Prabowo Subianto dengan latar belakang bendera Indonesia dan lambang Garuda Pancasila.
Meskipun dicetak dalam jumlah terbatas, prangko ini dapat digunakan secara resmi untuk pengiriman pos di seluruh Ukraina.
Peluncuran prangko ini juga diunggah oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kiev melalui akun media sosial resminya untuk disebarkan kepada masyarakat luas.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Ukraina, serta menjadi simbol persahabatan yang erat antara kedua negara.
Dengan adanya prangko ini, diharapkan masyarakat Ukraina semakin mengenal dan menghargai Indonesia, serta mendukung upaya bersama dalam menciptakan perdamaian dan kemakmuran global. (Dwi Jaya Saputra)
Editor : Aditya Novrian