Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Trump Ancam BRICS, Jangan Ciptakan Mata Uang Baru atau Hadapi Tarif Besar

Aditya Novrian • Senin, 2 Desember 2024 | 18:30 WIB
Donald Trump Presiden Amerika Serikat (Foto: Brandon Bell/Pool via REUTERS).
Donald Trump Presiden Amerika Serikat (Foto: Brandon Bell/Pool via REUTERS).

RADAR MALANG - Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyita perhatian dunia dengan peringatan kerasnya terhadap negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan).

Melalui unggahan media sosial, Truth Social pribadinya pada Sabtu lalu, Trump meminta komitmen agar negara-negara tersebut tidak mendukung penciptaan mata uang baru yang dapat menggantikan dominasi dolar AS.

Jika tidak, mereka akan menghadapi tarif sebesar 100%. Langkah ini muncul setelah Trump sebelumnya memicu volatilitas di pasar global dengan rencana tarif besar-besaran terhadap China, Meksiko, dan Kanada, yang dianggap sebagai penyebab utama defisit perdagangan AS.

Baca Juga: Permohonan Banding Ditolak ICC, Netanyahu Hadapi Tekanan Surat Penangkapan Sah

Sikap ini menambah ketegangan terhadap mata uang pasar berkembang, termasuk Asia.

Dolar AS, yang sempat melemah pada pekan lalu dengan penurunan terbesar sejak Agustus, tetap menunjukkan kekuatan terhadap mata uang pasar berkembang.

Meski ada sinyal positif dari beberapa negara, sentimen terhadap pasar negara berkembang masih suram.

Baca Juga: Arab Saudi Hentikan Perjanjian Pertahanan dengan AS, Kemerdekaan Palestina Jadi Prioritas

Data menunjukkan aliran keluar besar dari dana obligasi negara berkembang, dengan catatan arus keluar terbesar kedua tahun ini.

Namun Informasi yang didapat dari Reuters, China memberikan sedikit harapan.

Data terbaru menunjukkan aktivitas pabriknya meningkat untuk bulan kedua berturut-turut pada November, sementara harga rumah baru mengalami kenaikan tahunan sebesar 2,4%.

Investor global menantikan rilis data PMI manufaktur Caixin untuk memvalidasi pemulihan ekonomi China di tengah ancaman tarif baru Trump.

Perkembangan ini menjadi sinyal penting bagi pasar global, terutama menjelang pelantikan Trump bulan depan.

Tekanan pada BRICS dan kebijakan proteksionisme AS akan menjadi isu utama yang terus memengaruhi dinamika ekonomi dunia. (rie)

Editor : Aditya Novrian
#dolar amerika serikat #mata uang #brics #donald trump