RADAR MALANG - Malaysia secara resmi akan mengambil alih keketuaan ASEAN pada tahun 2025, menggantikan Laos dalam rotasi tahunan yang dimulai pada 1 Januari hingga 31 Desember.
Penyerahan keketuaan ini dilakukan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-44 dan ke-45 di Laos.
Pada kesempatan itu, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, menerima tongkat estafet dari Perdana Menteri Laos, Sonexay Siphandone.
Baca Juga: Prabowo Urung Temui Perdana Menteri Malaysia, Perbedaan Alasan Jadi Sorotan
Dalam kepemimpinannya, Malaysia berkomitmen untuk mengangkat tiga pilar utama, yakni keamanan dan politik, ekonomi, serta sosial-budaya.
Tema yang diusung adalah inklusivitas dan keberlanjutan, mencerminkan aspirasi negara-negara anggota untuk kemajuan bersama menuju komunitas ASEAN tahun 2045.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menekankan pentingnya peran ASEAN dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
"Kita perlu memastikan bahwa ASEAN tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia," ujarnya.
Dalam konteks ini, Malaysia juga akan memperkuat kerjasama dengan negara-negara besar seperti China dan Rusia, serta memfokuskan pada pengembangan hubungan ekonomi dan budaya dengan negara-negara lain di kawasan.
Malaysia juga berencana untuk mengadakan sekitar 300 sidang di tingkat pejabat dan menteri serta dua KTT selama masa kepemimpinannya.
Dengan fokus pada kemitraan global dan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan energi hijau, Malaysia berharap dapat membawa ASEAN ke arah yang lebih progresif.
"Kami ingin melihat ASEAN menjadi organisasi yang lebih aktif dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya," tambah Anwar. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian