RADAR MALANG - Pemerintah Inggris, Prancis, dan Arab Saudi tengah mengadakan diskusi intensif mengenai kemungkinan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas untuk menghidupkan kembali solusi dua negara sebagai jalan keluar dari konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, mengonfirmasi bahwa pembicaraan ini sedang berlangsung dan direncanakan akan dibahas lebih lanjut dalam konferensi internasional yang dijadwalkan pada Juni mendatang di New York, yang akan dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi.
Lammy menekankan bahwa pengakuan terhadap Palestina harus menjadi bagian dari proses nyata menuju solusi dua negara, bukan sekadar simbolik.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sebelumnya menyatakan bahwa Prancis kemungkinan akan mengakui Negara Palestina dalam konferensi tersebut.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kemajuan diplomatik yang lebih luas, termasuk kemungkinan lebih banyak negara yang mengakui Israel secara resmi.
Baca Juga: Menteri Kehakiman Palestina Temui Prabowo Bawa Surat dari Presiden, Ini Isinya!
Diskusi ini juga mencakup kondisi-kondisi tertentu, seperti penghapusan Hamas dari pemerintahan Gaza dan proses demiliterisasi yang mirip dengan Perjanjian Jumat Agung di Irlandia Utara.
Langkah-langkah ini dianggap penting untuk menciptakan pemerintahan Palestina yang kredibel dan damai.
Pengakuan oleh Inggris dan Prancis, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, akan memiliki dampak signifikan dalam komunitas internasional.
Baca Juga: Donald Trump Jadikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Resmi Amerika Serikat
Meskipun lebih dari 140 negara telah mengakui Palestina, dukungan dari kekuatan besar Barat dapat memberikan momentum baru bagi proses perdamaian.
Namun, langkah ini menghadapi tantangan, terutama dari Israel yang menentang pengakuan sepihak terhadap Palestina.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa pengakuan semacam itu dapat menguntungkan Hamas dan Iran.
Baca Juga: Menteri Kehakiman Palestina Temui Prabowo Bawa Surat dari Presiden, Ini Isinya!
Dengan situasi di Gaza yang terus memburuk dan korban jiwa yang terus bertambah, komunitas internasional semakin mendesak adanya tindakan nyata untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Konferensi mendatang diharapkan dapat menjadi titik balik dalam upaya mewujudkan solusi dua negara yang adil dan damai.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Inggris, Prancis, dan Arab Saudi dalam mencari solusi diplomatik yang dapat membawa perubahan positif bagi rakyat Palestina dan keamanan regional secara keseluruhan. (Tiwi)
Editor : Aditya Novrian