RADAR MALANG – Iran menolak melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Keputusan tegas tersebut diambil setelah Washington diduga melanggar gencatan senjata yang telah dimulai sejak 8 April 2026.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, pada Senin (20/4). Ia menegaskan bahwa Teheran menolak semua jenis negosiasi yang dilengkapi dengan tekanan militer maupun politik dari pihak lawan.
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman,” ujar Ghalibaf, dilansir dari Al Jazeera.
Baca Juga: Jalur Minyak Dunia Terancam! Iran Tolak Buka Selat Hormuz sebelum Blokade AS Dicabut
Ia secara spesifik merujuk pada dua tindakan AS yang dinilai mematikan suasana dialog. Pertama, kebijakan blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz yang mulai diberlakukan sejak 13 April. Kedua, penangkapan kapal kargo milik Iran oleh militer AS pada 19 April.
Kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), turut mengungkap alasan di balik penolakan tersebut. Pertama, tuntutan Washington yang tidak realistis dan kerap berubah-ubah. Kedua, kebijakan blokade laut AS di tengah masa gencatan senjata melanggar kebijakan perjanjian.
"Iran menyatakan bahwa ketidakhadirannya dalam putaran kedua perundingan berasal dari apa yang disebut sebagai tuntutan berlebihan Washington, ekspektasi tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, kontradiksi berulang, serta blokade laut yang masih berlangsung, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata," demikian laporan IRNA.
Baca Juga: Amerika Serikat Bebas Lewati Langit Indonesia? Berikut Penjelasan Kemhan Terkait Usulan Tersebut
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social justru menuduh Teheran sebagai pihak yang melanggar gencatan senjata. Trump menyebut bahwa Iran melancarkan serangan drone terhadap beberapa kapal AS pada Senin (20/4) lalu. Ia juga menyatakan ancaman terhadap Iran.
“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik, dan setiap jembatan di Iran,” tulis Trump.
Meskipun Iran menyatakan mundur, AS dikabarkan tetap akan mengirimkan negosiator ke Islamabad untuk menghadiri putaran kedua perundingan mengingat batas waktu gencatan senjata yang berakhir pada Rabu (22/4).
Editor : Aditya Novrian