Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Polisi Kantongi Ciri Pembakar Bidan Cantik di Malang

Shuvia Rahma • Kamis, 6 Mei 2021 | 18:06 WIB
Eva Sofiana, bidan di Klinik Bunga Husada Kecamatan Kalipare yang menjadi korban penyiraman Pertalite dan dibakar di bagian wajah dan dada. (IG/ist)
Eva Sofiana, bidan di Klinik Bunga Husada Kecamatan Kalipare yang menjadi korban penyiraman Pertalite dan dibakar di bagian wajah dan dada. (IG/ist)
MALANG – Teka-teki pria misterius yang tega membakar bidan cantik asal Kalipare, Kabupaten Malang, itu mulai tersingkap. Sehari setelah kasus tersebut dilaporkan, polisi mengantongi ciri-ciri pelaku.

”Pelaku menggunakan sepeda motor Beat warna merah. Orangnya kurus, memakai sepatu kets warna putih, dan jaket warna hitam,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar kemarin (5/5).

Seperti diberitakan, Senin lalu (3/5) seorang bidan bernama Eva Sofiana, 33, menjadi korban pembakaran pria tidak dikenal. Mulanya, bidan asal Dusun Damang, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, itu beristirahat pada pukul 13.30 di tempatnya bekerja, Klinik Bunga Husada, Desa Arjowinangun, Kalipare.

Tiba-tiba saja ada seseorang masuk menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke wajah dan tubuh korban. Sontak saja, korban kaget. Tetapi, belum sempat korban berbuat apa-apa, pelaku langsung menyulutnya menggunakan api sehingga membakar wajah dan sebagian tubuhnya.

Usai membakar korban, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor Honda Beat. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut membawa korban ke rumah sakit (RS). Sayangnya, tidak ada yang mengenali wajah pelaku pria itu menggunakan helm dan wajahnya tertutup masker.

Hendri mengatakan, kendaraan yang dipakai oleh pelaku sudah bisa teridentifikasi. Namun, belum diketahui pelat nomornya. Dia mengatakan, saat ini kondisi korban hanya terkapar di atas ranjang perawatan. Sebab, kondisi luka bakar yang dia derita cukup parah, yakni mencapai 60 persen. Luka bakar di bagian tangan, dada, dan wajah.

”Korban belum bisa kami tanya secara detail karena kondisi luka bakarnya cukup berat,” katanya. ”Kami tunggu dua sampai tiga hari hingga kondisinya cukup enakan, baru akan kami mintai keterangan,” tutur Mantan Kasubag Bungkol Spripim Polri itu.

Di sisi lain, salah seorang saksi, Paulus Didik Dwi, mengatakan bahwa sesaat setelah kejadian, dia bersama beberapa warga mencoba memberi pertolongan kepada Eva.

”Rambutnya terbakar. Alis habis, muka, dada, leher tangan, dan punggung terbakar. Kejadiannya waktu istirahat,” ucapnya.

Dia mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan korban yang minta tolong dalam keadaan tubuh diselimuti api. ”Korban sendiri saat itu masuk shift pagi. Ketika itu sedang di ruang istirahat karena waktu istirahat sekitar 13.30,” tutupnya. (fik/c1/dan/fia)
Editor : Shuvia Rahma
#bidan dibakar #Kalipare