Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Pacu Pertumbuhan Petani Milenial

Shuvia Rahma • Jumat, 8 Oktober 2021 | 20:29 WIB

Photo
Photo
Kampus mulai menggalakkan pendampingan petani millenial(Darmono/Radar Malang)" />

MALANG – Setelah bertahun-tahun menjadi lumbung pangan Jawa Timur (Jatim), kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memproyeksikan pertanian masa depan. Salah satu caranya, menambah jumlah petani milenial.

Mengacu data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, total ada 390.000 petani di Bumi Kanjuruhan. Sekitar 5-10 persen (19.500-39.000) tergolong petani milenial. Sedangkan 90-95 persen sudah berusia di atas 40 tahun. Dengan makin banyaknya jumlah petani milenial ini, diharapkan bisa menghasilkan pertanian yang produktif, kreatif, dan inovatif.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, untuk meningkatkan minat para pemuda terjun di dunia pertanian, ada satu program yang kini terus didorong oleh pemkab. Yakni Youth Enterpreneurship and Employment Support Service (YESS). Program yang digagas oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI ini bertujuan melahirkan wirausahawan milenial di bidang pertanian.

Menurutnya, sektor pertanian adalah peluang usaha yang berpotensi dikembangkan generasi muda. ”Generasi milenial punya ciri kreatif, inovatif, dan memiliki passion yang produktif. Tidak salah jika kami letakkan tanggung jawab pembangunan pertanian kepada mereka (generasi milenial),” ujar Didik saat meresmikan pelatihan bisnis motivasi YESS di UPT Balai Latihan Kerja Wonojati, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, kemarin (7/10).

Dia melanjutkan, YESS adalah salah satu sinergi program antara Kementan dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini dirancang untuk menciptakan wirausahawan milenial yang tangguh dan berkualitas.

”Kami harus mengedukasi generasi milenial bahwa berusaha di sektor pertanian juga sangat menguntungkan," tambah mantan ketua DPRD Kabupaten Malang.

Pria yang berdomisili di Kecamatan Singosari ini menambahkan, Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang mempunyai potensi besar di bidang pertanian. Bahkan dia menyebut, saat ini ada 70 persen lahan di Bumi Kanjuruhan masih bisa dikembangkan untuk sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

"Itu menjadi komoditas yang harus diberikan kepada anak-anak kita agar mereka semua bisa tertarik dengan kondisi alam yang ada," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Didik juga mengungkapkan bahwa ada 10 hasil kebun yang sudah tembus pasar ekspor. Di antaranya alpukat pameling, apel, pisang, dan jeruk. Sedangkan untuk jenis sayur yang sudah diekspor adalah kubis dari Poncokusumo.

"Lewat para kaum milenial, kami berharap lahir inovasi-inovasi untuk mendukung pengembangan pertanian,” kata dia.

”Adanya pandemi membuat perubahan dalam transaksi pembelian berubah. Orang lebih banyak menggunakan jasa e-commerce. Hal ini menjadi peluang baru bagi generasi muda,” tambah pria yang juga ketua DPC PDIP Kabupaten Malang itu.

Senada dengan Didik, Kepala DTPHP Kabupaten Malang Budiar Anwar mengatakan, bidang pertanian sangat memerlukan sentuhan para generasi muda. Dia yakin para pemuda ini bisa menjadi hawa segar bagi produktivitas pertanian di Kabupaten Malang. "Karena mereka (generasi milenial) ini cenderung lebih gampang belajar. Kami harap ke depan ada gebrakan baru dari milenial di bidang pertanian," kata Budiar (fik/dan/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#petani milenial #Pemkab Malang #lumbung pangan jatim