Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

4 Pasar di Kabupaten Malang ini Bakal Direvitalisasi Tahun Depan

Farik Fajarwati • Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB
Pasar Singosari ini menjadi salah satu tempat yang menjadi prioritas untuk direvitalisasi tahun depan. (Darmono/Radar Malang)
Pasar Singosari ini menjadi salah satu tempat yang menjadi prioritas untuk direvitalisasi tahun depan. (Darmono/Radar Malang)
KEPANJEN – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk merevitalisasi pasar tradisional nampaknya menemui batu sandungan. Jika sebelumnya mereka berencana untuk merevitalisasi 9 pasar, kabar teranyar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hanya mengabulkan anggaran untuk empat pasar saja.

Artinya, lima pasar lainnya dipastikan batal untuk direvitalisasi tahun depan.

Sebagai informasi, revitalisasi keempat pasar tradisional itu diperkirakan bakal menghabiskan anggaran Rp 92 miliar. Meski sudah disetujui, namun pemkab belum mendapat kepastian kapan revitalisasi direalisasikan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto mengungkapkan, sembilan pasar tradisional yang diusulkan untuk direvitalisasi itu bangunannya sudah tidak layak.

Salah satunya seperti Pasar Lawang. Seperti diketahui, pada 2019 lalu di pasar tersebut telah terjadi kebakaran hebat. Sehingga harus segera ada perbaikan struktur bangunan.

Selain itu, keberadaan pasar tersebut juga dirasa menjadi cermin Kabupaten Malang. Karena posisinya berada di pintu masuk Kabupaten Malang dari arah Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Posisinya yang  strategis membuat pemerintah terus mengupayakan perkembangan fasilitas umum tersebut.

Lantas, mana saja empat pasar tradisional yang revitalisasinya dikabulkan itu? ”Setelah dicek dan dilihat kesiapannya, empat pasar yang bisa dibangun (direvitalisasi), yaitu Pasar Lawang, Pasar Singosari, Pasar Wajak, dan Pasar Bululawang," imbuhnya.

Dalam analisis yang dia lakukan, kebutuhan anggaran untuk membangun ulang empat pasar tradisional itu butuh biaya besar. Diperkirakan menghabiskan Rp 92 miliar. Nantinya kebutuhan dana itu akan ditanggung oleh Kemen PUPR.

Untuk  kepastian ke 4 pasar itu akan mulai dibangun, Agung mengaku belum mengetahuinya. "Kami berharap pembangunan pasar bisa secepatnya," kata dia.

Jika kondisi bisa segera normal, kementerian sudah mulai merealisasikan revitalisasi pasar pada tahun depan. Namun semuanya akan menjadi wewenang pemerintah pusat. Sehingga yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah hanya untuk terus mendorong agar kesanggupan mereka bisa segera diwujudkan. "Saat ini sedang proses. Semoga tidak ada kendala dan pembangunan bisa mulai tahun depan,” tuturnya.

Dengan adanya pembangunan ulang pasar tradisional menjadi semi modern, hal itu diyakini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk datang ke pasar tradisional. Karena kondisinya lebih bersih, tertata, dan maju pasca dibangun ulang. Dampaknya, perekonomian masyarakat, utamanya para pedagang berpotensi terdongkrak. "Ya harapannya kementerian segera membangun pengajuan dari Pemkab Malang," tandas Agung.

Sementara itu, Bupati Malang H M. Sanusi mendukung upaya disperindag mengajukan revitalisasi beberapa pasar di Kabupaten Malang. Menurutnya pasar harus diperhatikan secara detail, karena tempat tersebut merupakan salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

Dia yakin dengan konsep baru pasar tradisional, hal itu juga akan menjadi langkah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "Dengan menjadi pasar semi modern, diharapkan minat warga untuk bertransaksi di pasar tradisional lebih tinggi lagi. Karena mereka merasa nyaman dan aman," ucap Bupati. (fik/dan/rmc) Editor : Farik Fajarwati
#Pasar Kabupaten Malang #revitalisasi pasar #Pemkab Malang #kementerian pupr