Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ketika Pengunjung Keraton Gunung Kawi Naik 40 Persen

Mahmudan • Rabu, 2 Februari 2022 | 18:00 WIB
HARI RAYA: Salah satu pengunjung sembahyang di Vihara Keraton Gunung Kawi, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, kemarin (1/2).
HARI RAYA: Salah satu pengunjung sembahyang di Vihara Keraton Gunung Kawi, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, kemarin (1/2).
NGAJUM – Tahun Baru Imlek ternyata belum memberikan dampak signifikan terhadap jumlah kunjungan di Vihara Kwan Im Keraton Gunung Kawi di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, kemarin (1/2).

Wakil Ketua Juru Kunci Keraton Gunung Kawi Agus Arifin mengatakan, sejak pandemi Covid-19 awal 2020 lalu, kunjungan ke destinasi yang dikelolanya tersebut turun signifikan. ”Kalau sekarang sudah mulai naik, tapi baru sekitar 40 persen," kata Agus.

Pria yang bertugas sebagai penjaga Vihara Kwan Im itu mengatakan, prosesi sembahyang untuk Hari Raya Imlek sudah dilaksanakan sehari sebelumnya. "Sembahyangnya tadi malam (kemarin) tepat jam 00.00, tapi sederhana saja," ujarnya.

Pria paruh baya itu menyebut, saat ini kondisi Keraton Gunung Kawi belum pulih. "Jadi kegiatan yang digelar di sini masih sangat sederhana, bahkan dari kalangan (pengurus) Vihara sendiri banyak yang tidak hadir," terang Agus.

Sesuai kepercayaan, dalam sembahyang tersebut mereka juga memberikan beberapa persembahan. "Karena kalau di Vihara ini kan vegetarian. Jadi persembahannya menggunakan yang tidak bernyawa seperti buah, kue, dan permen," sambung dia.

Padahal, kata dia, sebelum pandemi beberapa kegiatan sering kali dihelat saat tahun baru Imlek. Seperti bakti sosial, penggalangan dana, dan acara-acara dengan tema senada. "Ada juga barongsai, tapi karena Covid ini jadi sepi," terang dia.

Meski mengalami penurunan pengunjung, pria yang sudah 11 tahun menjadi juru kunci Keraton Gunung Kawi itu mengatakan, masih ada sejumlah orang yang berkunjung ke sana. Namun kebanyakan berasal dari lingkungan sekitar. "Kalau dulu banyak yang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan sampai luar negeri," jelasnya.

Dia tidak menampik bahwa banyak kalangan Tionghoa yang datang untuk melakukan sembahyang di Kelenteng Kwan Im. Sebagai informasi, Keraton Gunung Kawi tidak hanya terdapat tempat ibadah bagi umat Budha. Melainkan juga musala untuk umat Muslim, gereja untuk umat Kristiani, dan Pure untuk umat Hindu. "Semua perwakilan agama kami siapkan tempat untuk beribadah masing-masing. Jadi semua bisa berdoa sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing," tandas Agus. (iik/dan) Editor : Mahmudan
#Imlek #Kabupaten Malang #gunung kawi