“Ritual dimulai dari Balai Desa Purwodadi. Warga beriring-iringan mengantarkan sesaji yang akan dilarung ke pantai Lenggoksono. Kemasan acara sangat baik, berbeda dengan tahun lalu. Karena, sekarang tidak pandemi dan masyarakat antusias mengikuti,” ujar Ketua Pokdarwis Bowele Desa Purwodadi Mukhlis kepada Jawa Pos Radar Malang.
Dari balai desa, warga mengawal sesaji, mulai dari gunungan hingga aneka rupa ubo rampe. Bupati Malang H M Sanusi juga ikut hadir mengiringi tradisi yang digelar warga tersebut.
Sesaji yang ditempatkan dalam wadah dan dihiasi janur tersebut lantas dinaikkan ke atas kapal nelayan sebelum akhirnya dilarung di laut. “Larung ini merupakan doa agar Purwodadi tetap selamat dan tentram,” ujarnya.
Kepala Desa Purwodadi Marsi menyebut, kegiatan larung sesaji menjadi doa agar hasil panen dan tangkapan ikan melimpah. Menurutnya, larung sesaji bisa sukses karena adanya swadaya warga. Rangkaian acara larung sesaji sudah dimulai sejak Sabtu (13/8) akhir pekan lalu. Selain diwarnai seni kuda lumping, ada juga kegiatan istighotsah bagi umat Islam dan kebaktian syukur bagi warga yang beragama Kristen.
Kehadiran Bupati Malang H M. Sanusi dimanfaatkan Marsi untuk menyampaikan keluhan warga terkait infrastruktur jalan menuju Lenggoksono yang butuh perbaiki. “Lenggoksono adalah wisata minat khusus. Kami harap jalan bisa diperbaiki,” tambahnya.
Mendengar hal itu, Sanusi berjanji dan menyanggupi segera memperbaiki jalan rusak menuju Pantai Lenggoksono tersebut. Tepatnya, di jalur sepanjang 450 meter yang rusak berat.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno