Selain sebagai perayaan hari ulang tahun ke-67 Pemuda Pancasila, ajang kompetisi level provinsi tersebut akan digelar secara maraton hingga akhir Oktober mendatang. Tim yang berlaga berasal dari Madura, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Blitar, Kediri, dan Malang Raya. Tim dari masing-masing wilayah itu mengirimkan para pemain terbaiknya di turnamen ini.
Ketua PP Kabupaten Malang Priyo Sudibyo mengatakan, tahun ini merupakan momen pemulihan. Aktivitas dan kompetisi mulai digelorakan lagi. Sebelumnya turnamen voli ini sudah dilaksanakan dua kali, yaitu tahun 2018 dan 2019. “Jadi ini turnamen yang ketiga setelah tahun 2020 dan 2021 vakum karena pandemi. Para pemain akan memperebutkan piala Bupati Malang, Kapolres Malang dan piala Dandim. Pemenang juga akan mendapatkan uang pembinaan total Rp 32 juta,”kata Bogank sapaan akrabnya.
Di sela-sela acara pembukaan turnamen, PP memberikan penghormatan terakhir untuk para korban tragedi Stadion Kanjuruhan. Doa bersama hingga pemakaian pita hitam di lengan pun jadi tanda bahwa warga Kota Malang merasakan duka yang sangat mendalam. “Semoga peristiwa ini tidak terulang lagi. Almarhum dan almarhumah yang meninggal diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diberikan kelapangan insyaallah syahid,”doanya. (rof/nay) Editor : Mardi Sampurno