Sajianto, tukang becak yang mangkal tak jauh dari banjo Kepanjen menyatakan, Rabu lalu (26/10) lampu lalu lintas tersebut terlihat diperbaiki petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang . namun sehari kemudian (27/10) TL mati lagi. “Belum tahu apa penyebabnya. Kemarin ada dua orang yang benerin itu,” ujar Sajianto.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, sejak Kamis (27/10) pagi ada tiga relawan yang mengatur arus lalu lintas akibat TL tak berfungsi. Sajianto menuturkan, kendaraan yang paling ramai melintas yaitu pagi hari dan menjelang malam. Jika sedang sepi penumpang, Sajianto juga ikut membantu mengatur lalu lintas kendaraan. “Kalau tidak di atur ya bisa bahaya,” ucapnya.
Santoso 40, salah seorang warga Kepanjen mengaku khawatir dan harus berhatihati saat melintas di jalan tersebut. Apalagi sudah beberapa hari terakhir lampu merah mati total dan belum terlihat ada perbaikan. “Terutama pada pagi dan siang hari atau jam sibuk ketika siswa keluar sekolah kondisi lalu lintas cukup kacau,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang staf Dishub Kabupaten Malang membenarkan TL Simpang Tiga Kepanjen masih bermasalah. Namun saat ditanya penyebabnya, dia mengaku kurang tahu pasti karena bukan bidangnya. ”Pak Prio yang membidangi TL sedang dinas di luar,” terang staf yang enggan disebut namanya saat ditemui di kantor Dishub Kabupaten Malang, kemarin. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno