“Sepertinya karena cuaca ya. Kadang hujan, kadang panas. Ayam-ayam di sini sepertinya terdampak. Sehingga, produksi telur naik turun,” kata Aris Fianto, 20, pegawai kandang ayam Tiga Putra di Desa Mendalanwangi kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin siang (1/11).
Menurut Aris, ayam petelur di kandang tersebut berjumlah ribuan. Harusnya, dalam kondisi normal, ayam bisa bertelur setiap hari. Tetapi karena ayam kemungkinan stres, ada yang tidak bertelur setiap hari. Untuk mengatasi persoalan ini, Aris menerapkan tambahan vitamin untuk pakan ayam. “Diberi vitamin atau obat agar ayam tidak stres,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo berencana mengecek peternakan ayam di Wagir tersebut. Sebab, dari pantauannya, di daerah lain, produksi telur cukup stabil. Dia menyebut akan mengirim dokter hewan demi mengecek kondisi para ayam di Mendalanwangi.
Dengan harapan, ada gambaran asli tentang penyebab keluhan peternak tersebut. “Kami akan coba kirim petugas ke sana. Biar bisa tahu penyebab aslinya apa,” jelas Eko saat dikonfirmasi terpisah, kemarin.
Secara umum, produksi telur Kabupaten Malang tidak terganggu cuaca. Telur ayam ras mencapai 3,5 jutaan per bulan. Bahkan, terhitung dari Juli sampai September, ada peningkatan bertahap. Contoh, Juli 2022, jumlah produksi telur ayam ras mencapai 3,756 juta. Naik menjadi 3,757 juta per Agustus, dan naik lagi jadi 3,758 juta di bulan September.
“Karena itu perlu didalami lagi. Apa penyebab gangguan dan keluhan tersebut. Sebab, di kecamatan lain, produksi sedang stabil. Semoga saja bisa ketahuan ketika kami kirim dokter hewan ke sana,” tutup Eko. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno